Workshop Pasar Modal Syari’ah dan Keuangan Non Bank Syari’ah

Pertumbuhan perekonomian global sedang mengalami perlambatan. Negara-negara seperti Yunani, Portugal hingga Italia terancam oleh krisis ekonomi berkepanjangan. Ekonomi konvensional di bawah dominasi kapitalisme saat ini sedang menghadapi masa krisis dan re-evaluasi. Kapitalisme telah kehilangan kedigdayaannya untuk memimpin perekonomian dunia.
Dari sekian banyak fakta yang ada, terdapat beberapa indikator yang menunjukkan bahwa dominasi kapitalisme kini telah pudar. Pertama, ekonomi konvensional yang berlandaskan pada sistem ribawi, ternyata semakin menciptakan ketimpangan pendapatan yang hebat dan ketidakadilan, terutama dalam pemerataan kesejahteraan. Kedua, ekonomi kapitalisme tersebut juga telah menciptakan krisis moneter dan ekonomi di banyak negara. Di bawah sistem kapitalisme, krisis demi krisis terjadi terus menerus, sejak tahun 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, 1997 bahkan sampai sekarang. Ketiga, ekonomi kapitalisme banyak memiliki kekeliruan dan kesalahan dalam sejumlah premisnya, terutama rasionalitas ekonomi yang telah mengabaikan moral dimensi moral.
Keadaan tersebut akhirnya memaksa para ekonom untuk menemukan solusi terbaik untuk menyelamatkan perekonomian global dari keterpurukan. Sebuah harapan dimunculkan dari sistem ekonomi berbasis syari’ah. Sistem ekonomi yang notabene dikembangkan oleh Rasulullah Muhammad SAW tersebut kini mulai banyak dilirik oleh para pelaku usaha. Bahkan, negara-negara barat seperti Inggris-pun mulai mengembangkan ekonomi syari’ah, terutama dalam dunia perbankan.
Melihat perkembangan ekonomi syari’ah yang terus menunjukkan grafik peningkatan, para mahasiswa FH yang tergabung dalam komunitas Business Law Community (BLC), mengadakan workshop Keuangan Syari’ah Non Bank. Agenda yang digelar pada hari Selasa (02/03) tersebut menghadirkan pakar ekonomi syari’ah, yang juga menjabat sebagai kepala divisi hubungan kelembagaan dan informasi pasar modal syari’ah, Direktorat Pasar Modal Syari’ah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Farhan Nugroho. Workshop yang diselenggarakan di ruang Auditorium lt 6 gedung A ini dihadiri oleh para praktisi hukum, pengamat ekonomi serta mahasiswa. Dalam workshop kali ini, Farhan memberikan penyuluhan terkait industri keuangan non bank syari’ah dan pasar modal syari’ah. Harapannya kedepan, konsep ekonomi syari’ah mulai diterapkan secara luas, terutama di Indonesia. Workshop ini sekaligus mencoba membuka khazanah keilmuan mengenai sistem ekonomi alternatif yang diprediksi dapat menyelematkan dunia dari krisis global. Selain itu juga, workshop ini berupaya untuk memberikan pemahaman bagi mahasiswa terkait fungsi dan peran OJK dalam bidang pasar modal syari’ah dan keuangan non bank syari’ah. (alfa28)