Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara III – 2013

  • Post category:News

PSIKnews – Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan budaya yang berlimpah. Kekayan budaya tersebut terbentuk melalui sebuah interaksi sosial yang dibentuk dalam sebuah komunitas, yang mayoritas dilahirkan dari sebuah masyarakat adat. Seiring dengan pergeseran zaman, kekayaan budaya Indonesia rawan mengalami kepunahan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat untuk turut melestarikan warisan budaya yang ada.

Upaya untuk melestarikan kekayaan budaya nusantara akhir-akhir ini mulai kembali digalakkan. Salah satunya adalah melalui agenda Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara (Silatnas) III – 2013. Agenda ini merupakan kegiatan lanjutan dari Silatnas I (7 Agustus 2009 di Istana Merdeka – Jakarta) dan Silatnas II (25 Juni 2011 di Gedung Mereka/Museum KAA – Bandung). Silatnas III kali ini sendiri diselenggarakan di Taman Krida Budaya, Malang, Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut (21-23/6) mempertemukan 11 raja dan sultan, meliputi Raja Samu Samu VI, Keraton Yogyakarta, Raja Aceh Indrapura, Kesultanan Bima, Kedatuan Luwu, Keraton Cirebon, Raja Klungkung Bali serta 4 orang bangsawan dari Amerika Serikat, Rusia, Korea dan Thailand.

“Silatnas ini merupakan ajang konsolidasi bagi para raja dan sultan untuk mempertahankan eksistensi mereka di tengah era globalisasi dan sifat degeneratif kebudayaan yang mulai ditunjukkan oleh generasi muda saat ini. Mereka ingin tetap menjalankan sistem ketatanegaraan klasik, yang justru sudah mereka terapkan jauh sebelum Indonesia terbentuk dan sistem tata negara modern dimunculkan. Tentunya, ketatanegaraan klasik tersebut masih berada dalam naungan NKRI.” Ungkap Bahrul Ulum, protokoler Silatnas III, yang juga merupakan mahasiswa FH UB.

Harapannya kedepan, ajang Silatnas III ini semakin menguatkan peran raja dan sultan di daerahnya masing-masing dalam menjaga, memelihara dan mengembangkan adat istiadatnya. Selain itu, mereka diharapkan mampu menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah, baik di daerah maupun pusat. (alfa)