Seputar Beasiswa PPA dan BBP-PPA

  • Post category:News

logo FHUB

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya mengalokasikan dana untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang orang tuanya tidak mampu untuk membiayai pendidikannya, dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang mempunyai prestasi tinggi, baik kurikuler maupun ekstrakurikuler (dikti.go.id)

Agar beasiswa tersebut tepat sasaran, maka dibuatlah pedoman berdasarkan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu. Pedoman dan panduan umum tersebut bisa diunduh di web Dikti, serta nantinya akan dibuat pedoman sesuai dengan kebijakan masing-masing Perguruan Tinggi. Di tahun 2014, istilah Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dirubah dan disesuaikan dengan istilah yang sejalan dengan ketentuan yang ada, yaitu menjadi Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (Beasiswa- PPA) dan Bantuan Biaya Pendidikan Peningkatan Prestasi Akademik (BBP-PPA).

Khusus untuk mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, telah ditetapkan kuota penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA, yaitu sebanyak 114 orang. Jumlah ini terdiri dari beasiswa PPA Akademik dengan rincian 15 orang untuk angkatan 2011, 15 orang untuk angkatan 2012 dan 16 orang untuk angkatan 2013. Sementara itu, untuk beasiswa PPA Non-Akademik, jumlah penerimanya sebanyak masing-masing 3 orang untuk angkatan 2011, 2012 dan 2013. Sedangkan penerima BBP-PPA (dulunya disebut dengan BBM) sebanyak 19 orang untuk angkatan 2011, 20 orang untuk angkatan 2012 dan 20 orang untuk angkatan 2013. Penentuan jumlah kuota untuk masing-masing fakultas ditentukan berdasarkan rapat pihak rektorat bersama Pembantu Dekan III masing-masing fakultas.

“Total kuota penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA untuk Fakultas Hukum sebanyak 114 orang. Diharapkan nama-nama yang terpilih nantinya adalah benar-benar tepat sasaran. Jika nanti terdapat Calon Penerima Beasiswa yang merasa tidak layak menerima beasiswa tersebut, kami mengharapkan kesadaran moralnya untuk mundur dan memberikan beasiswa tersebut kepada yang lebih berhak.” Ungkap Ir Tjujuk Usmanhadi, Kabag Kemahasiswaan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Brawijaya

Nantinya, UB akan merilis daftar nama calon penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA berdasarkan data yang telah dikirimkan oleh masing-masing fakultas. Penentuan nama-nama penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA merupakan kebijakan antara PD 3 dan pihak kemahasiswan dari masing-masing fakultas. Data tersebut kemudian dikirimkan ke rektorat untuk selanjutnya dipublikasikan. Selanjutnya, calon penerima tersebut diharuskan melakukan konfirmasi dan melampirkan sejumlah persyaratan untuk kemudian bisa ditetapkan sebagai penerima beasiswa PPA dan BBP-PPA. Pada tahap inilah, mahasiswa yang merasa dirinya kurang layak menerima beasiswa tersebut atau sudah menerima beasiswa dari instansi lain (misalnya tercatat sebaagai penerima Bidik Misi, Beswan Djarum dan sebagainya), diharapkan untuk mengundurkan diri.