Seminar Pengawasan DPH Pengawasan DPM FH UB, Let’s Talk About Controlling

  • Post category:News
You are currently viewing Seminar Pengawasan DPH Pengawasan DPM FH UB, Let’s Talk About Controlling

Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya menyelenggarakan seminar pengawasan yang mengusung tema “Pelaksanaan Fungsi Pengawasan Lembaga Legislatif terhadap Lembaga Eksekutif” pada selasa, 10 Oktober 2017 yang bertempat di ruang Auditorium lantai 6 gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Bentuk kegiatan ini adalah seminar dan tanya jawab serta sharing pada akhir kegiatan, acara ini dipelopori oleh DPM FH UB yang menghadirkan narasumber dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Malang : Dr. Ya’qud Ananda Gudban, SS., SST. Par.,MM dan juga dari Koordinator Malang Corruption Watch : M. Fahrudin Andriansyah, S.H. sekaligus juga diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum dan juga Dewan Perwakilan Mahasiswa se-Universitas Brawijaya Malang.

Dalam seminar ini Dr. Ya’qud Ananda Gudban, SS., SST. Par.,MM selaku narasumber menyampaikan apresiasinya kepada panitia dan mahasiswa fakultas hukum tentang pemilihan tema yang saat ini sangat butuh sekali diperhatikan oleh masyarakat khususnya mahasiswa. Ibu Nanda panggilan akrab dari Dr. Ya’qud Ananda Gudban, SS., SST. Par.,MM menyampaikan bahwa korupsi saat ini sudah menjadi trend atau budaya bagi para wakil rakyat bahkan masyarakat, hal ini disebabkan mahalnya mahar untuk berada di dunia politik yang mengakibatkan para wakil rakyat kita atau para anggota politik berlomba-lomba untuk bisa mengembalikan modal/mahar yang telah mereka keluarkan untuk bisa berada didunia politik bahkan faktanya bukan hanya mengembalikan modal yang telah mereka keluarkan namun justru mencari keuntungan sebanyak-banyaknya didunia politik dengan cara korupsi, namun bukan hanya karena modal/mahar yang besar saja yang membuat wakil rakyat kita berlomba-lomba untuk korupsi namun sifat serakahlah yang paling mendominasi hal tersebut. Maka dari itu kita sebagai masyarakat harus mengontrol jalannya pemerintahan dengan cara membekali diri kita dengan pengetahuan politik agar kita bisa mencegah korupsi dan tidak terus-terusan memeberantas, karena lebih baik mencegah korupsi dari pada memberantasnya.

  1. Fahrudin Andriansyah, S.H. sebagai Koordinator Malang Corruption Watch menyampaikan bahwa korupsi merupakan kebiasaan bukannya budaya, karena korupsi merupakan baksil baksil budaya yang harus di basmi. Saat ini DPRD dan DPR RI kita hanyalah sekumpulan tubuh tanpa kepala, karena mereka hanya memikirkan uang untuk mereka sendiri tanpa adanya gagasan yang positif bagi negeri ini, dan anehnya lagi kebijakan kebijakan pemerintah saat ini justru terkesan mendukung para pelaku korupsi.

Kitalah yang harus mengawal pemerintahan ini karena anggota eksekutif dan anggota legislatif itu adalah agent kita, agent masyarakat. Kita harus menggugah diri kita masing masing agar kita tidak melakukan tindakan korupsi. [Fjr/Humas]