Seminar Nasional “Peran dan Fungsi Imigrasi dalam rangka Perlindungan WNI di Luar Negeri”

  • Post category:News
You are currently viewing Seminar Nasional “Peran dan Fungsi Imigrasi dalam rangka Perlindungan WNI di Luar Negeri”

Pada (31/10) Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya mengadakan Seminar Nasional yang bertajuk “Peran dan Fungsi Imigrasi dalam Rangka Perlindungan WNI di Luar Negeri” acara ini disambut oleh Bapak Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S., Wakil Dekan 1 Dr. Prija Djatmika, S.H., M.S., Wakil Dekan 3 Arif Zainuddin, S.H., M.Hum., kemudian yang menjadi narasumber adalah Bapak Direktur Jendral Imigrasi Dr. Ronny F. Sompie, S.H., M.H., sebagai Kementrian Hukum dan HAM RI. memaparkan terkait perlindungan WNI di luar negeri.

Salahsatu cara dalam memberikan perlindungan bagi WNI di luar negeri adalah dengan memberikan dokumen berupa paspor, karena paspor merupakan identitas WNI yang akan melakukan perjalanan atau kunjungan ke luar negeri, untuk menjaga tegaknya kedaulatan negara setiap WNI akan dijamin dalam pengawasan keimigrasiannya, imigrasi tidak memiliki wewenang hukum terhadap barang-barang bawaan yang terlarang oleh imigran seperti narkoba, hewan terlarang, dan benda-benda yang diselundupkan.

“Perbedaan Imigrasi yang ada di Indonesia dengan sistem Imigrasi lainnya, salahsatunya Imigrasi di Singapore dan Australia sejak tiga tahun terakhir ini Singapura menerapkan CIQ (Custom Immigration Quarantine) di setiap perbatasan laut, perlintasan darat dan Australia menerapkan CBP (Custom Border Protection). Pada awalnya permohonan Visa di luar negeri ketika diberikan izin, maka pengawasan WNA yang masuk ke Indonesia sudah dimulai sejak ia keluar dari bandara atau melalui perlintasan darat. Permasalahan WNA yang melakukan tindakan kejahatan di luar negeri, maka yang mengawasi pergerakan mereka adalah kepolisian karena memiliki wewenang dalam pidana hukum, begitupula terkait dengan pengawasan tenaga kerja asing yang bekerja di bukan negaranya, harus memiliki surat izin bekerja termasuk kasus penyalahgunaan izin tinggal, WNA harus mengurus izin tinggal hanya untuk kunjungan bukan diperuntukkan bekerja, karena tidak memiliki izin bekerja dari lembaga Dinas Tenaga Kerja Provinsi/Kabupaten/Kota. Jika WNA ingin bekerja, sebelum ke luar negeri harus mengurus visa untuk bekerja, dan tentu yang menjadi persyaratan utama adalah memiliki paspor untuk dapat diuruskannya visa melalui duta besar ke negera tujuan.” ungkapnya.

Dengan demikian, Perlindungan WNI di luar negeri baik dalam keperluan bekerja, belajar, dan atau hanya sekedar kunjungan, tentunya akan terasa bermanfaat jika WNI melengkapi seluruh dokumen-dokumen sebagai persyaratan atas usaha-usaha yang diberikan kepada imigrasi.