Seminar Nasional BLF VIII : “Menggagas Paradigma Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Ideal dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”

  • Post category:News
You are currently viewing Seminar Nasional BLF VIII : “Menggagas Paradigma Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Ideal dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat”

Malang (9/11), Brawijaya Law Fair (BLF) VIII 2017 kembali mengadakan acara yang sangat menarik dan meriah. Hadirnya Seminar Nasional BLF di UBTV menjadi acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh delegasi yang berlomba dan juga mahasiswa Universitas Brawijaya yang ada. Mengusung tema ” Reforma Agraria : Menggagas Paradigma Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Ideal dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat” memberikan suasan baru ditengah-tengah banyaknya permasalahan agraria di Indonesia.

Acara seminar nasional ini sendiri dimulai pada pukul 13.00 WIB. Menghadirkan pembicara-pembicara yang menarik, menjadikan BLF pada tahun ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para peserta seminar nasional. Tokoh-tokoh penting hadir didalam seminar nasional ini beberapa diantaranya adalah Prof.Dr.H.Achmad Sodiki,SH yang merupakan  Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, kemudian ada Eko Cahyono, M.Si yang merupakan Direktur Eksekutif Sajogyo Institute, dan selanjutnya ada Budi Suryanto,S.H, C.N., M.H, M.Si selai Direktur Landeform Kementerian Agraria

Dalam pemaparannya, salah satu pemateri yaitu Eko Cahyono, M.Si menyampaikan bahwa ada 3 bentuk krisis agraria saat ini yaitu :

  1. Ketimpangan penguasaan tanah dan Sumber Daya Alam yang sangat tajam
  2. Konflik-konflik Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam yang meletus dimana-mana tanpa penyelesaian menyeluruh
  3. Kerusakan Ekologis yang parah dan kronis membuata layanan alam hilang

Topik yang sangat menarik ini pun menjadikan para audience yang hadir di seminar nasional sangat antusias untuk memperhatikan materi yg disampaikan oleh pemateri yang ada. Karena dalam seminar nasional ini didapatkan pandangan bahwasanya di Indonesia pengelolaan sumber daya alam sudah mulai dibangun, tetapi dalam pelaksanaannya masih terdapat banyak kendala. [ALF/Humas]