Seminar Kebebasan Akademik dan Tantangannya di Era Pembangunanisme dan Neokonservativisme

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan HAM dan Demokrasi (PPHD FHUB), Pusat Studi Hukum dan HAM (HRLS) FH UNAIR, Alumni NCHR UiO/Oslo University, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) mengadakan seminar nasional dan workshop yang membahas tentang Kebebasan Akademik dan Tantangannya di Era Pembangunanisme dan Neokonservativisme di Auditorium LT 6 Gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Rabu (4/9/2019).

Seminar ini dihadiri 70 peserta dari kalangan akademisi, praktisi dan mahasiwa diawali dengan sambutan Wakil Dekan FHUB Dr. Siti Hamidah, S.H., M.M Beberapa narasumber pun turut hadir sebagai pembicara diantaranya Herlambang P. Wiratraman, S.H., M.A (Selaku ketua HRLS, Universitas Airlangga), Choirul Anam (Selaku Komisioner KOMNAS HAM), Asfinawati, S.H (Ketua YLBHI), Ir. Basuki Wasis, M.Si (Peneliti Ahli Penghitungan Kerugian Ekologi, Institut Pertanian Bogor), Manunggal K. Wardaya, S.H., LL.M (Peneliti Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu, Universitas Jenderal Soedirman), AAA. Nanda Saraswati, S.H., M.H (Selaku Peneliti HAM Internasional Akademisi FHUB). Acara ini dimoderatori oleh Muktiono, SH., Mphil selaku akademisi FHUB.

Seminar ini membahas mengenai peranan saksi ahli lingkungan hidup dan sumber daya alam dan masa depan kebebasan akademik di Indonesia, konsep kebebasan akademik, tantangan mendefinisikan kebebasan akademik, standar internasional tentang kebebasan akademik, Persma antara kebebasan pers dan akademik, Pelanggaran HAM berat masa lalu dan impaknya, terhadap kebebasan akademik, refleksi peristiwa 65-66, serta sejarah pelemahan kebebasan akademik dan asumsi pelemahan kebebasan akademik. Kemudian seminar ditutup dengan sesi Tanya jawab oleh peserta seminar, rangkaian acara dilanjutkan dengan workshop Kamis (5/9/2019 di omah saras membahas mengenai isu kasus kasus HAM di Indonesia. (IRM)