Revolusi Belajar Ala ISC

  • Post category:News

PSIKnews – Melihat aku tau, mendengar aku mengerti dan melakukan aku bisa lebih paham. Konsep inilah yang mulai diterapkan oleh Islamic Study Club (ISC) dalam proses belajar. Peserta belajar dilibatkan untuk turut serta dalam setiap kegiatan belajar, baik itu proses diskusi, sharing hingga pemhaman mendalam terhadap materi yang disampaikan.

“Kami menyadari bahwa proses learning by doing jarang didapatkan oleh mahasiswa selama di kelas. Di sini kami memunculkan gagasan untuk melibatkan mahasiswa secara aktif, baik motorik maupun kemampuan visual mahasiswa.” Ungkap Irfan Maulana, selaku direktur ISC.

Selain melibatkan mahasiswa secara langsung dalam proses kegiatan belajar, ISC juga memberikan inovasi berupa belajar dalam alam terbuka. Seperti yang nampak pada gambar, para peserta belajar sedang asyik berdiskusi di alam terbuka. Menurut salah seorang pakar pendidikan, Anggi Hafidz Al-Hakam, belajar dengan menggunakan alam sebagai media akan dapat menumbuhkan potensi dan bakat yang terpendam, yang merupakan kekhususan dari masing-masing indvidu. Pendekatan belajar dengan metode direct line atau interaksi langsung akan melahirkan korelasi positif dalam pembentukan karakter seseorang. Pembentukan karakter inilah yang menjadi salah satu muatan penting dalam setiap kurikulum pendidikan yang dibuat oleh Kemendikbud.

Selain itu, ISC kerap memberikan tips dan trik belajar, baik itu untuk mempermudah menghafal maupun strategi belajar di waktu dan tempat yang efektif. Revolusi belajar yang digagas inilah yang sering membantu peserta untuk meningkatkan kemampuan akademiknya. Tak heran, jika banyak dari alumni ISC yang mayoritas mendapatkan predikat cumlaude. Tercatat, alumni ISC juga selalu terpilih menjadi mahasiswa berprestasi, baik di tingkat fakultas, universitas hingga nasional. Asrul Ibrahim Nur, SH. (Mawapres FH 2009), Tahegga Primananda Al-Fath, SH. (Mawapres FH 2010), Prischa Listiningrum (10 Besar Mawapres Nasional, Mawapres UB, Mawapres FH 2011), Rendy Ivaniar (Presiden BEM 2012, Mawapres FH 2012) dan Ganjar Prima Anggara (Direktur ISC 2012, Mawapres FH 2013) adalah beberapa nama alumni ISC yang mampu mengharumkan nama Fakultas Hukum, bukan hanya di tingkat Universitas Brawijaya saja, namun juga hingga tingkat nasional.

Harapannya kedepan, ISC akan lebih banyak mencetak bibit-bibit dan generasi unggul sebagai sarana investasi SDM untuk menyambut era persaingan global. Tak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, namun juga cerdas dan berkualitas secara spiritual dan emosional. (alfa)