Pedoman Akademik (SIH)

banner-inside-25

Pengertian Sistem Kredit Semester (SKS)

  • Sistem Kredit Semester adalah suatu sistem kredit yang diselenggarakan dalam satuan waktu semester.
  • Satuan kredit semester (sks) adalah satuan yang digunakan untuk menyatakan besarnya beban studi mahasiswa dalam satu semester serta besarnya pengakuan keberhasilan usaha mahasiswa, dan besarnya usaha untuk penyelenggaraan program pendidikan bagi dosen.
  • Setiap mata kuliah atau kegiatan akademik lainnya disajikan pada setiap semester dengan ditetapkan nilai satuan kredit semesternya yang mencerminkan bobot kegiatan dalam mata kuliah tersebut.

Tujuan Sistem Kredit Semester

  1. Tujuan Umum
    Tujuan Sistem kredit semester adalah menyajikan program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel. Dengan Sistem kredit semester akan memberi kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk menentukan dan mengatur pengambilan mata kuliah dan strategi proses belajar mengajarnya agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya sesuai dengan rencana dan kondisi masing-masing peserta didik.
  2. Tujuan Khusus
    a. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu singkat.
    b. Memberi kesempatan kepada para mahasiswa agar dapat mengambil mata kuliah sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya.
    c. Sistem pendidikan dengan input dan outputnya yang majemuk dapat dilaksanakan.
    d. Mempermudah penyesuaian kurikulum dari waktu ke waktu dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
    e. Sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
    f. Memberi kesempatan pengalihan (transfer) kredit antar Program Studi atau antar Fakultas dalam suatu Perguruan Tinggi atau antar Perguruan Tinggi.
    g. Memungkinkan perpindahan mahasiswa dari Perguruan Tinggi satu ke Perguruan Tinggi lain atau dari suatu Program Studi ke Program Studi lain dalam suatu Perguruan Tinggi tertentu.

Nilai Kredit dan Beban Studi

Untuk Perkuliahan, nilai satu satuan kredit semester ditentukan berdasarkan beban kegiatan yang meliputi keseluruhan kegiatan per minggu, sebagai berikut:

 

  1. Untuk mahasiswa
  • 50 (lima puluh) menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen. Misal, dalam bentuk kuliah, seminar dan sebagainya.
  • 60 (enam puluh) menit acara kegiatan akademik terstruktur, yaitu kegiatan studi yang tidak terjadwal tetapi direncanakan oleh dosen. Misal, dalam bentuk mengerjakan pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal.
  • 60 (enam puluh) menit acara kegiatan akademik mandiri, yaitu kegiatan yang harus dilakukan untuk mendalami, mempersiapkan atau tujuan lain suatu tugas akademik. Misal, dalam bentuk membaca buku referensi.
  1. Untuk Dosen
  • 50 (lima puluh) menit acara tatap muka terjadwal dengan mahasiswa.
  • 60 (enam puluh) menit acara perencanaan dan evaluasi kegiatan akademik terstruktur.
  • 60 (enam puluh) menit pengembangan materi kuliah.

 

Beban studi mahasiswa dalam satu semester ditentukan atas dasar rata-rata waktu kerja sehari dan kemampuan individu. Pada umumnya orang bekerja rata-rata 6 (enam) sampai 8 (delapan) jam selama 6 (enam) hari berturut-turut. Seorang mahasiswa dituntut bekerja lebih lama sebab tidak saja ia bekerja pada siang hari tetapi juga pada malam hari. Jika seorang mahasiswa bekerja rata-rata siang hari 6 (enam) sampai 8 (delapan) jam dan malam hari 2 (dua) jam selama 6 (enam) hari berturut-turut, maka seorang mahasiswa diperkirakan memiliki waktu belajar 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) jam sehari atau 48 (empat puluh delapan) sampai 60 (enam puluh) jam seminggu.

Oleh karena satu satuan kredit semester kira-kira setara dengan 3 (tiga) jam kerja, maka beban studi mahasiswa untuk tiap semester akan sama dengan 16 (enam belas) sampai 20 (dua puluh) sks atau rata-rata 18 (delapan belas) sks. Dalam menentukan beban studi satu semester, perlu diperhatikan kemampuan individu berdasarkan hasil studi seorang mahasiswa pada semester sebelumnya yang diukur dengan parameter indeks prestasi.

Besarnya beban studi pada semester pertama ditentukan secara paket, yaitu sebesar 19 (sembilan belas) sks untuk setiap mahasiswa, yaitu terdiri dari:

  1. Pendidikan Agama atau Dasar-Dasar Kewirausahaan (MKBB), masing-masing 2 sks
  2. Bahasa Inggris 2 sks
  3. Pengantar Ilmu Hukum 4 sks
  4. Pengantar Hukum Indonesia 4 sks
  5. Ilmu Negara 2 sks
  6. Bahasa Indonesia 2 sks
  7. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3 sks

 

Mahasiswa semester pertama dibagi menjadi dua kelompok yaitu mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Pendidikan Agama dan mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Dasar-Dasar Kewirausahaan.

  1. Bagi mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Pendidikan Agama pada semester pertama, pada semester kedua harus memprogramkan Mata Kuliah Dasar-Dasar Kewirausahaan.
  2. Bagi mahasiswa yang menempuh Mata Kuliah Dasar-Dasar Kewirausahaan pada semester pertama, harus memprogramkan Mata Kuliah Pendidikan Agama pada semester kedua.

Dalam rencana studi pada setiap semester berikutnya, jumlah maksimal kredit mata kuliah yang dapat diprogramkan dalam Kartu Rencana Studi (KRS) ditentukan berdasarkan prestasi akademik mahasiswa yang dinyatakan dalam Indeks Prestasi (IP) sesuai tabel sebagai berikut:

Informasi selengkapnya tehtang seluruh pedoman akademik dapat dilihat pada Buku Pedoman Pendidikan dan Penulisan Program Studi Sarjana Ilmu Hukum Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya, silakan klik di sini.