Program Pertukaran Mahasiswa Universitas Leipzig, Jerman di Fakultas Hukum, UB

  • Post category:News
You are currently viewing Program Pertukaran Mahasiswa Universitas Leipzig, Jerman di Fakultas Hukum, UB

Student Exchange “2017 Law & Culture”, Program Kerjasama Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Universitas Leipzig Jerman dan Universitas Negeri Jakarta

Leipzig, Jerman.
Sejak 2010, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) telah menjalin kerjasama akademik dengan Universitas Leipzig di Jerman. Sebagai bagian dari kerjasama yang telah dijalin dengan dua universitas ini dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di tahun 2017, Program Law and Culture atau juga dikenal dangan pertukaran dosen dan mahasiswa diadakan dalam tiga rangkaian acara. Pertama yaitu dua minggu di Leipzig, kemudian 2 (dua) hari di UNJ dan terakhir 1 (satu) minggu di Universitas Brawijaya. Kegiatan yang didanai oleh FHUB dan DAAD (German Academic Exchange Service), tiga dosen dan 5 (lima) mahasiswa menghabiskan waktu dua minggu di Leipzig, Jerman dari 16 – 26 Oktober 2017. Kegiatan pertama diisi dengan perkuliahan, seminar, focus group discussion, dan berbagai kunjungan. Dosen yang terllibat dalam program ini yaitu Dr. Aan Eko Widiarto dan Adi Kusumaningrum. Sedangkan untuk para mahasiswa yaitu Tasya Ester Loijens (2015), Farah Salsabila (2015), M. Faisal Haris (2015), Revi Sabilia (2014), dan M. Akbar Nursasmita (2014). Kemudian, didampingi juga oleh kordinator program tahun ini yaitu Ibu Afifah Kusumadara, yang dimana sudah sekian tahun mendampingi dengan baik delegasi dari Universitas Brawijaya.

Minggu pertama di Leipzig para mahasiswa dan dosen dari Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Leipzig dibagi menjadi empat kelompok (working groups) dengan topik-topik yang menjadi bahan diskusi. Topiknya yaitu, “Law and Discourses: Concerning the Protection of Life”, “Law and Religion: Privileges and Exemptions”, “Law and Crime: Offenses against Sexual Determination”, and “Law and Environment: Water as a Public Good”. Tugas dari setiap kelompok adalah untuk menentukan secara jelas sub-topik yang akan menjadi konsentrasi dalam setiap diskusi kelompok, dimana kemudian akan di presentasikan di depan semua dosen dan peserta program di Malang. Disamping itu, ada juga perkuliahan tentang Introduction to Method of Law (baik dari perspektif Indonesia yang dibawa oleh Dr. Adi Kusumaningrum maupun juga dari perspektif Jerman), introduction to Methods of Cultural Sociology, Lecture concerning the Case of Ahok (oleh Dr. Aan Eko Widiarto), dan seminar yang memperkenalkan Proyek Penelitian dari Pak Ali dan Pak Mukhtiono. Ditambah dengan Workshop yang diselenggarakan untuk para mahasiswa untuk belajar Kepenulisan Akademik dan sebuah kunjungan ke Federal Administrative Court (Pengadilan Administrasi Federal) dan Regional Court of Leipzig (Pengadilan Tinggi Negeri) dimana mereka dikenalkan bagaimana Hakim dalam membuat putusan.

Minggu kedua dimulai dengan Teaching and Learning Laboratory dengan metode baru yang disebut “fishbowl” yang diterapkan kepada seluruh mahasiswa dan dosen. Kemudian kunjungan ke Juvenile Prison (Lembaga Pemasyarakatan/Penjara Anak), Helmholtz Center for Environmental Research (Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz), and the Youth Psychiatry (Pusat Psikologi Pemuda). Diselah-selah waktu juga mahasiswa diberikan kesempatan untuk membahas kelompok kerja mereka. Akhirnya dua minggu berakhir dengan hari reflection (renungan) program dan makan malam perpisahan.

Universitas Negeri Jakarta.
Di bulan Desember ini adalah kelanjutan sesi kedua dan ketiga dari Law and Culture, dimana dua hari berlangsung kegiatan di hosting oleh Universitas Negeri Jakarta. Kegiatan ini berlangsung dua hari yaitu dari tanggal 13 sampai dengan 14 Desember 2017. Di Universitas Negeri Jakarta program dimeriahkan dengan Opening Ceremony yang dihiasi oleh tarian Remo yang memukau. Dalam sesi kedua program ini terdapat dua kegiatan utama, yaitu kunjungan ke Kementrian Agama Republik Indonesia dimana semua dosen dan delegasi disambut dengan hangat dan dilanjutkan dengan presentasi serta sesi tanya jawab oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama; Dr. Hasbi Hasan, dan kegiatan selanjutnya yaitu sebuah Diskusi yang dibawakan oleh Marco Kusumawijaya, pendiri Pusat Studi Perkotaan RUJAK (Ruang Jakarta). Tidak lupa juga City Tour Jakarta yang dinikmati semua delegasi.

Universitas Brawijaya, Malang
Dalam sesi ketiga program Law and Culture ini, para delegasi baik dari Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jakarta, maupun Universitas Leipzig mempersiapkan diri sendiri secara pribadi maupun kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja keras mereka dalam kelompok kerja selama program berlangsung. Hal tersebut diakomodasi dengan agenda kelompok kerja yang lebih banyak dan efektif di Malang. Untuk hari-hari pertama, selain kelompok kerja para delegasi menikmati City Tour sekitar kota Malang dan Welcome Ceremony di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Kunjungan dilakukan ke Female Prison (Lembaga Pemasyarakatan Wanita) Kelas IIA Malang di Sukun, yang diakhiri dengan kelompok kerja dan sesi reflection (renungan) kunjungan tersebut. Mulai hari Jumat sampai dengan hari Sabtu, merupakan hari presentasi kelompok kerja yang dihadiri oleh semua dosen dan delegasi program, serta beberapa mahasiswa yang tengah menempuh S3. Dalam kelompok kerja yang telah dibagi sebelumnya, sub-tema yang dipilih, dipresentasikan dan pada akhirnya didiskusikan antara lain Law and Discourses: Concerning the Protection of Life” membahas tentang Aborsi; “Law and Religion: Privileges and Exemptions” memfokuskan topik pembahasan pada Libur Nasional Keagamaan yang mencerminkan hubungan antara Agama dan Negara; “Law and Crime: Offenses against Sexual Determination” tentang Sexual Harassment atau Pelecehan Seksual, serta “Law and Environment: Water as a Public Good” tentang Water Privatization atau privatisasi air.

Semua presentasi kelompok kerja memiliki sudut pandang dari ilmu hukum maupun ilmu sosial baik dari Indonesia maupun dari Jerman, yang diakhiri dengan diskusi dan masukan dari dosen-dosen Universitas Leipzig, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Brawijaya. Secara garis besar, semua kelompok mendapat respon positif dan diskusi yang terjadi sangatlah menarik.
Sebagai penutup adalah sesi evaluasi program secara keseluruhan yang membahas tentang kelebihan maupun beberapa kekurangan yang terjadi dalam program ini dari awal di Universitas Leipzig, Germany sampai dengan akhir (penutup) di Universitas Brawijaya, Malang. Pada hari terakhir Minggu, 10 Desember 2017 delegasi melakukan perjalanan ke Perkebunan Teh di Lawang dan makan malam perpisahan. [afd/humas]