Pengembangan Model Kelembagaan Independen dan Resolusi Konflik Agraria CRU-IBCSD

  • Post category:News
You are currently viewing Pengembangan Model Kelembagaan Independen dan Resolusi Konflik Agraria CRU-IBCSD

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Membuat Tim Dosen Berkarya dengan diketuai oleh Setiawan Wicaksono.,SH.,MKn. dalam hal ini Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sebagai pengusul bertujuan memenuhi aspek pengabdian pada masyarakat. 

Dalam kegiatan ini Tim Dosen berkarya juga mempunyai tujuan untuk Kerjasama serta membantu Conflict Resolution Unit (CRU) dengan lembaga mitra, dalam hal ini membuktikan bahwa masyarakat percaya dengan kemampuan tim pengusul dimana yang dimaksud adalah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lembaga mitra.. Pada saat ini, lembaga mitra memiliki permasalahan yang dapat diselesaikan dengan keahlian yang dimiliki tim Dosen Berkarya.

Tim Dosen Berkarya membantu lembaga mitra CRU untuk menyelesaikan permasalahan yaitu  penguatan kemandirian lembaga dan pengembangan portofolio. Pada penguatan kemandirian lembaga, permasalahan yang dihadapi adalah belum tersedianya proses bisnis, bentuk badan hukum, serta business plan. Pada pengembangan portofolio resolusi konflik, permasalahan yang dihadapi adalah dibutuhkan jejaring mediator atau asesor yang dapat terlibat dalam penanganan dalam hal ini asesmen (pemetaan) konflik lahan di Desa Curahnongko, Jember. Kasus yang sudah puluhan tahun dan belum juga terselesaikan. 

Dari permasalahan yang ada tim dosen berkarya Fakultas Hukum Universitas Brawijaya secara garis besar, membuat dua kegiatan besar yang dilakukan oleh tim Dosen Berkarya, diantaranya adalah: Penyusunan Kajian Kelembagaan CRU & Penyusunan Legal opinion konflik agraria yang kemudian didasarkan hasil diskusi terdapat beberapa alternatif yang ditawarkan untuk bentuk kelembagaan CRU, beberapa alternatif itu adalah:

  1. Perkumpulan
  2. Persekutuan Perdata
  3. Firma
  4. Yayasan
  5. Perseroan terbatas
  6. PT terbuka

Masing-masing alternatif bentuk memiliki kelebihan dan kekurangan dari segi hukum. Dalam Kajian yang dibuat tim, alternatif yang diajukan adalah bentuk Perkumpulan.