Menjaga Kedaulatan Laut Republik Indonesia

  • Post category:News

PSIKnews – Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) dengan jumlah pulau sebanyak 17.499 pulau, luas perairan laut yang mencapai 5,9 juta kilometer persegi dan garis pantai sepanjang 81.000 km. Para pakar hukum internasional bahkan menyebut kawasan perairan Indonesia sebagai salah satu kawasan tropis yang berdaya dukung tinggi dengan kemampuan mega biodiversity. Kondisi ini dapat menjadi magnet bagi negara-negara asing untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia, baik secara legal maupun ilegal.

Fenomena ini telah menarik perhatian banyak pihak, salah satunya para civitas akademika Fakultas Hukum bagian Hukum Internasional. Upaya untuk melindungi kedaulatan wilayah laut Indonesia kemudian diwujudkan dengan menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu (kamis, 16/5) dengan tema Reaktualisasi dan Revitalisasi Strategi Pengamanan Wilayah Laut dalam Era Globalisasi. Bertempat di ruang Auditorium lt. 6 gedung A Fakultas Hukum, agenda kuliah tamu ini menghadirkan Laksamana TNI Dr. Marsetio, selaku Kepala Staf Angkatan Laut RI.

Beliau menjelaskan tentang pentingnya penjagaan terhadap wilayah laut Indonesia. Karena bangsa Indonesia telah menjadikan laut sebagai salah satu penggerak roda ekonomi untuk mencapai kesejahteraan bersama. Akan tetapi, upaya untuk memaksimalkan potensi laut kerap mendapatkan hambatan, baik oleh faktor internal maupun eksternal. Untuk faktor internal sendiri, Indonesia memiliki keterbatasan dalam hal penyediaan SDM yang berkualitas. Di sisi lain, negara-negara asing berusaha untuk mengeruk kekayaan laut Indonesia. Intervensi itu nampak dari beberapa kasus yang akhir-akhir ini terjadi, seperti lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan. Selain itu, ada beberapa kasus yang kemungkinan akan memicu ketegangan di wilayah perairan Indonesia, seperti blok Ambalat, sengketa di Laut Alor, hingga klaim sepihak China atas pelebaran wilayah Laut Cina Selatan dengan alasan historis. Jika hal ini terus dibiarkan, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin kehilangan kewibawaannya dalam mengelola kekayaaan lautnya sendiri.

Melihat kondisi tersebut, Laksamana TNI Dr. Marsetio memaparkan gagasan terkait reaktualisasi dan revitalisasi sebagai strategi pengamanan wilayah laut RI. Reaktualisasi dilaksanakan melalui strategi pengamanan wilayah laut secara sinergis, efektif dan efisien antar instansi terkait, yang sejalan dengan prinsip good governance dan clean government. Sedangkan upaya revitalisasi lebih menitikberatkan pada pelaksanaan pengembangan dan pembangunan kemampuan TNI Angkatan Laut. Kedua langkah strategis tersebut bisa terwujud jika di dukung dengan adanya political will dari pemerintah serta dukungan penuh dari masyarakat untuk turut serta menjaga wilayah kedaulatan laut Indonesia. Jalasveva Jayamahe. (alfa48)