Mahasiswa FH UB Ikuti CISAK Di Korea Selatan

  • Post category:News

PSIKnews – Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan manusia, maka kebutuhan akan energi fosil juga semakin meningkat. Tentunya, hal ini akan mengancam keberadan cadangan energi fosil itu sendiri. Melihat kondisi tersebut, beberapa pakar telah berusaha mencari jalan keluar, yaitu melalui energi terbarukan yang berasal dari makhluk hidup. Keadaan ini pula yang kemudian menjadi latarbelakang dilakukannya penelitian oleh Andi Tanaka, Hasto Khoiri dan Yuyun Puji Astuti terkait energi terbarukan. Mereka menggagas sebuah ide tentang bioethanol yang terbuat dari bonggol pisang, ampas tahu, dan biji nangka.

Setelah melalui tahap seleksi, paper mereka yang berjudul “Combination Use of Banana Clevis (Musaparadisiacal) Tofu Dregs, and Jackfruit Seeds (Arthocarphusheterophilus) Being Bioethanolas Fuel Alternatives with Fermentation and Hydrolysis H2S04” akhirnya dinyatakan lolos dan berhak mengikuti agenda CISAK (Conference of Indonesian Students Association in Korea). Agenda tersebut berlangsung selama 2 hari (6-7 Juli 2013) di KAIST (Korea Advance Institute of Science and Technology) Daejeon, Korea Selatan.

“CISAK merupakan ajang yang sangat baik untuk dikembangkan, dimana kita sebagai kaum intelektual dapat berkontribusi dalam upaya membantu menyelesaikan permasalahan bangsa. Kontribusi nyata tersebut dapat dilihat dengan cara saling mengelaborasikan riset para civitas akademika sesuai dengan bidangnya masing-masing.” Ungkap Tanaka, peserta CISAK yang juga merupakan mahasiswa FH UB angkatan 2012.

CISAK sendiri merupakan kegiatan yang diadakan oleh Perpika (Persatuan Pelajar Indonesia di Korea). Peserta konferensi ini adalah pelajar Indonesia yang datang dari berbagai negara (baik pelajar yang belajar di Indonesia maupun yang sedang menempuh studi di luar Indonesia). Dengan mengangkat tema “Empowering National Pride with Knowledge Collaboration”, panitia CISAK menginginkan lahirnya ide-ide segar terkait solusi atas berbagai permasalahan bangsa dari para pelajar-pelajar Indonesia. Kombinasi dan saling tukar ide antar berbagai macam disiplin ilmu diharapakan akan melahirkan sebuah generasi emas bagi kejayaan Indonesia di masa yang akan datang. (alfa)