Mahasiswa FH Dalam ASEAN Technopreneurs Exchange di Malaysia

  • Post category:News
Sholahuddin Al-Fatih, mahasiswa Fakultas Hukum dalam ASEAN Technopreneurs Exchange di Malaysia

PSIKnews – Universitas Brawijaya memiliki slogan sebagai entrepreneur university. Slogan ini sekaligus memberikan makna bahwa kampus yang berada di jalan Veteran ini berkeinginan untuk mencetak wirausahawan muda, yang tidak hanya pandai secara akademis namun juga pandai berbisnis. Untuk mewujudkan cita-cita sebagai World Class Entrepreneur University (WCEU), pihak birokrat telah banyak memberikan fasilitas penunjang, baik itu berupa coaching (pelatihan) hingga perlombaan yang dapat meningkatkan kompetensi berwirausaha itu sendiri.

Salah satu upaya untuk mengasah intuisi di bidang kewirausahaan ini muncul dengan adanya kegiatan pertukaran wirausaha muda se-ASEAN. Selama enam hari (senin-sabtu, 6-11/5), Sholahuddin Al-Fatih, mahasiswa FH angkatan 2011, mengikuti serangkaian kegiatan bertajuk Asean Technopreneurs Exchange (ASTEX) 2013. Agenda yang diselenggarakan oleh M-Brothers Institute bekerjasama dengan Universiti Teknologi Petronas ini bertujuan untuk mengembangkan bakat wirausaha mahasiswa di kawasan ASEAN. Dalam ajang ini, Fatih tak sendirian karena ditemani oleh Rosyid Ulil Albab (FTP, 2010) yang juga lolos untuk menampilkan produknya di eksibisi ASTEX 2013.

Agenda pertama adalah kunjungan ke Universiti Teknologi Petronas (UTP) di Perak, Malaysia. Selanjutnya, agenda bertempat di Hotel Royale Chulan, Kuala Lumpur. bekerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur, para peserta ASTEX mendapatkan penjelasan singkat mengenai peluang mengembangkan bisnis waralaba di Malaysia (Franchising in Malaysia). Hadir sebagai pemateri diantaranya adalah Syed Kamarulzaman bin dato’ Syed Zainol Khodki Shahabudin (Managing Director Perbadanan Nasional Berhad), Datok Nelson Kwok T.T PJ. (President Malaysia Retail Chain Association), Burang Riyadi, MBA (Konsultan International Franchise Business Management), Nur Laila Nur Muhammad (Direktur Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaaan, Kemendag RI) dan Agus Triyanto AS (Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur).

Agenda berikutnya adalah eksibisi produk dalam ajang 24th ITEX (International Invention, Innovation and Technology Exhibition) 2013 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC). Dalam ajang kali ini, Fatih (FH, 2011) mengusung produk Smart Egg Trash for Smart Environment. Sementara itu, Rosyid (FTO, 2010) menampilkan produk Kupan Cake. Ajang ITEX kali ini juga digelar bersamaan dengan agenda International Exhibition Young Inventors (IEYI) yang menampilkan hasil penemuan dari remaja-remaja di seluruh dunia.

Tak hanya eksibisi saja, namun para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer dunia usaha di Pasar Seni, kawasan China Town Kuala Lumpur. Di sini, peserta diberikan kebebasan untuk berinteraksi secara langsung dengan pemilik usaha dan menjalankan prinsip learning by doing.

“Saya sangat antusias mengikuti serangkaian program ASTEX 2013 ini. Banyak ilmu yang bisa saya petik disini (Malaysia, red). Terlebih, serangkaian agenda ASTEX 2013 bertepatan dengan Pemilu Raya Umum (Pru-13) Malaysia. Jadi, saya juga bisa menimba ilmu tentang demokrasi di Malaysia secara langsung.” Ungkap Fatih

Dengan menjadi pengusaha, maka suatu bangsa akan tumbuh menjadi bangsa yang mandiri dan maju. Benar seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, bahwa sembilan dari sepuluh arah datangnya rizki adalah dengan berdagang. (alfa26)