(Indonesia) Lulus Sarjana Hukum Bawa Pulang IPK 3,92

Sore ini Selasa 23 February 2013, tampak senyum dan tawa membanjiri taman dan kolam Fakultas Hukum Brawijaya. Beberapa mahasiswa hukum berseragam hitam putih beralmamater sibuk berkumpul dan berfoto di sekitar area fakultas hukum. Tepatnya pukul 2 siang tadi diadakan perhelatan Yudisium di lantai 6 Auditorium Gedung A Fakultas Hukum. Ruangan tersebut ramai dipenuhi mahasiswa hukum baik yang menghadiri acara tersebut sebagai calon penerima surat keterangan lulus maupun mahasiswa yang sekedar datang memberi tepuk tangan riuh sebagai supporter kerabatnya. Yudisium di bulan ini disiapkan untuk 96 mahasiswa program S1 dan 2 mahasiswa program S2 Magister Kenotariatan. Acara dibuka dengan sambutan DR. Sihabudin SH. MH selaku dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan dilanjutkan pembacaan surat keputusan dekan tentang Yudisium bulan February 2013 untuk program sarjana ilmu hukum dan magister kenotariatan. Tepuk tangan dari para hadirin amat riuh ketika pembacaan pengumuman IPK (Indeks Prestasi Komulatif) Tertinggi 3,92 diraih atas nama Fatmawati Indra Rukmana yang menempuh masa studi di Fakultas Hukum ini hanya sekitar 3,5 tahun saja. Selain meraih predikat IPK cumlaude, Fatma membawa pulang nilai skripsi A. Selaku dekan,DR.  Sihabudin, SH. MH., turut berbangga hati atas keberhasilan akademis mahasiswa yang mengampu studi di bawah naungannya tersebut. “Nampaknya IPK tertinggi kali ini adalah yang paling tinggi semenjak mahasiswa yang dulu sampai sekarang.” tutur Sihab.

Meski begitu, Dekan menghimbau para mahasiswa agar selain mengukir prestasi dibidang akademik juga mengikuti kegiatan non akademik. Menurutnya, prestasi non akademis sangat menunjang ketika sesorang telah terjun ke lapangan.

“Saya perhatikan, orang yang jenjang kariernya cepat itu biasanya yang ikut organisasi.” paparnya.

Yudisium memang bukan akhir dari suatu perjuangan melainkan adalah awal dimulainya perjuangan sebenar-benarnya yaitu terjun ke lapangan bersaing dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, Dekan berpesan agar mahasiswa menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengahadapi persaingan ketat di masyarakat setelah keluar dari kampus tercinta Universitas Brawijaya. (gta)