(Indonesia) Lembaga Pers Mahasiswa ManifesT Menggelar Upgrading Khusus

  • Post category:News

Malang, 30/04/ 2013 – Sibuknya aktivitas perkuliahan dan beban tugas dari para dosen tidak menyurutkan anggota LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) ManifesT milik Fakultas Hukum untuk terus beraktivitas dalam lembaga tersebut. Biasa adakan diskusi rutin internal di sekretariatnya, kali ini LPM ManifesT berbeda dari biasanya. Hal itu dikarenakan LPM tersebut adakan upgrading khusus bertempat di villa kawasan Agrokusuma Batu selama 2 hari 27-28 April 2013. Upgrading khusus ini berkaitan dengan persiapan LPM ManifesT untuk pengerjaan majalah besar tahunan Fakultas Hukum. “Sebagai anggota dari sebuah LPM, upgrading maupun diskusi rutin bukan merupakan hal baru. Kita (pers) dituntut memahami isu yang sedang marak terjadi sekaligus memberitakannya. Tidak berlebihan kalau sering mengadakan upgrading, apalagi kita mau bikin majalah besar.” papar Pimpinan Penelitian dan Pengembangan Anggota Gito Alan Ali. Hari pertama upgrading diisi dengan brainstorming mengenai teknik penulisan berita yang benar. Menurut Gito, tema tersebut selalu diulang oleh ManifesT karena teknik penulisan yang benar merupakan hal vital bagi pengerjaan suatu berita. Mayoritas maba 2012 akan ikut andil dalam pengerjaan majalah, sehingga teknik penulisan berita harus diingatkan kembali pada mereka agar proses editing tulisan oleh Keredaksian lebih mudah. Seperti semangat yang selalu dibawa LPM ManifesT dalam perekrutan anggotanya yaitu LEFT (Loyality Equality Fraternity Trust), usai upgrading hari pertama tidak disia-siakan begitu saja oleh mereka.  Kegiatan malam keakraban (Makrab) selalu menjadi pilihan ketika ada waktu senggang. Bagi mereka, menjaga organisasi memang penting tetapi menjaga persaudaraan menjadi lebih penting.
Esok harinya (28/4) dijadwalkan ManifesT untuk penentuan tema majalah besar fakultas hukum berdasarkan musyawarah mufakat. Penentuan tema majalah besar tidak ditentuan oleh pihak Keredaksian. Menurut Pimpinan Redaksi Oky Putri, karena proses pengerjaan digantungkan terhadap seluruh anggota ManifesT maka tema majalah wajib ditentukan dengan musyawarah mufakat. Jalannya musyawarah tersebut difasilitatori oleh Redaktur Pelaksana (Redpel) Khusus, Gita Gianty. Sedikitnya ada 10 tema yang diajukan oleh masing-masing anggota dan dikritisi dengan menggunakan parameter tertentu yaitu Aktualitas, Dampak, Efek Berita, Analisis Hukum dan Posibilitas. Pengkritisan tema majalah secara tidak langsung membuat para anggota lagi-lagi mendiskusikan isu hukum terkini. Akrab dengan pendiskusian isu hukum terkini, anggota ManifesT dipastikan tidak akan ketinggalan isu terbaru khususnya mengenai hukum dan pemerintahan. Setelah melalui perdebatan panjang mengenai tema yang akan diambil untuk majalah besar, anggota ManifesT akhirnya menyepakati tema mengenai pengaturan RUU Ormas. Rencananya, proses pengerjaan majalah akan memakan waktu sekitar 2-3 bulan lebih termasuk didalamnya upgrading lanjutan mengenai tema yang ditentukan, reportase berisi penelitian dan observasi serta wawancara stakeholder. Penentuan stakeholder akan dirapatkan lebih lanjut secara internal oleh pihak Keredaksian. Dengan terpilihnya tema majalah besar ini, para anggota Pers Fakultas Hukum ManifesT dipastikan akan disibukkan dengan rangkaian kegiatan pengerjaan majalah hukum. Mulut dibungkam pena bicara, begitulah semboyan dari Lembaga Otonom tertua di Fakultas ini, LPM ManifesT FH UB. (/gta)