“Law, Justice, and Morality” Kuliah Tamu dari Prof. Sandeep Gopalan

  • Post category:News

IMG_1873

Law, Justice, and Morality. Itulah tema yang diangkat oleh Prof. Sandeep Gopalan pada saat memberikan kuliah tamu di Auditorium Gedung A lantai 6 FHUB, Kamis (23/4/2015) kemarin. Kuliah tamu dihadiri oleh puluhan pengujung yang terdiri dari dosen dan mahasiswa. Prof. Sandeep merupakan Dean of Law School di University of Newcastle, Australia.

Acara dirangkai dalam 2 (dua) sesi, yaitu sesi kuliah tamu dan Journal Clinic yang masing masing disampaikan oleh Prof. Sandeep Gopalan. Pada sesi kuliah tamu, materi yang disampaikan oleh Prof. Sandeep sangat menarik sehingga dosen dan mahasiswa terstimulus untuk melakukan diskusi dengan beliau. Materi yang disampaikan cenderung ke arah Criminal Law. Prof. Sandeep menyampaikan teori teori dari para ahli hukum seperti Jeremy Bentham dan Immanuel Kant. “Jika kita dihadapkan pada suatu kasus, sebagai contoh seseorang yang harus tewas karena menyelamatkan dan berkorban untuk 5 orang lainya”. Ia menjelaskan bahwa jika bertumpu pada teori Utilitarianism dari Jeremy Bentham yang menegaskan tentang  “Greatest good with the greatest number, where killing one person is superior than killing 5 person”. Namun, jika bertumpu pada teori Equality dari Immanuel Kant, Prof. Sandeep menjelaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dibenarkan karena semua orang memiliki kesempatan hidup yang sama terlepas dari berapa banyak jumlah mereka.

Ditengah tengan diskusi, salah satu pengunjung yaitu Prischa Listiningrum yang merupakan dosen di fakultas hukum universitas brawijaya mengajukan pernyataan kepada Prof. Sandeep bahwa dirinya lebih condong ke teori Utilitarianism dari Jeremy Bentham dari pada teory Equality dari Immanuel Kant, karena menurutnya teori dari Jeremy Bentham lebih efektif dan lebih implementatif untuk diterapkan di Indonesia. Prof. Sandeep menanggapinya, bahwa ada suatu kasus dimana kita harus mengorbankan 5 orang tersebut untuk menyelamatkan satu orang, karena permasalahan tersebut jauh lebih kompleks dari sekedar permasalahan satu orang melawan 5 orang. Ia memberikan contoh bahwa menyelamatkan satu orang lebih penting daripada menyelamatkan 5 orang, karena satu orang tersebut adalah seorang remaja yang sangat pandai yang akan diterima kuliah di Harvard dan di Duke University untuk belajar tentang Medicine dan diproyeksikan akan sangat berguna bagi jutaan masyarakat di masa depan nanti. Jika kita berpatokan pada teori Utilitarianism, maka patokan kita akan beralih menuju teori dari Jeremy Bentham. Jadi kesimpulanya adalah penggunaan teori pada suatu kasus tergantung pada jenis kasus nya, karena permasalahan pada suatu sangatlah kompleks, tegas nya.

Sebagai Universitas yang sedang menuju World-Class University, inilah langkah kongkrit yang dilakukan oleh fakultas hukum dengan mengadakan kerja sama dengan luar negeri sebanyak mungkin, salah satunya dengan mengundang Dekan dari University of Newcastle, Prof. Sandeep Gopalan. Sebelumnya Prof. Sandeep juga sudah mengunjungi Fakultas hukum UB pada November tahun 2014 kemarin sebagai Keynote dalam acara International Conference yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.