Konferensi Biennial ke 6 AsianSil 2017 di Seoul, Korea

  • Post category:News
You are currently viewing Konferensi Biennial ke 6 AsianSil 2017 di Seoul, Korea

Asian Society of International Law (AsianSIL Korea Chapter) mengadakan Konferensi Biennial ke-6, konferensi ini telah berlangsung di Seoul, Korea, pada Jumat & Sabtu 26-27 Agustus 2017. Konferensi tersebut akan diselenggarakan oleh Korea Chapter of the Asia Society of International Law bersama dengan Kementerian Urusan Luar Negeri Republik Korea. Tema yang diajukan pada konferensi tersebut adalah mengenai “Asia and International Law in Times of Uncertainty”. Konferensi ini terdiri dari sesi pembukaan, sesi pleno dengan menghadirkan pembicara yang diundang, kemudian 25 sesi paralel dan sesi penutupan. Konferensi dua tahunan tersebut akan didahului oleh sebuah lokakarya untuk para ilmuwan junior.

Kegiatan konferensi ini diketuai oleh PARK Ki Gab (Universitas Korea), beliau mengatakan “Saya sangat senang menyambut Anda menghadiri Konferensi Biennial ke-6 Asian Society of International Law di Seoul, Korea. Saya mengucapkan selamat kepada Kapitel Korea dari Asian Society of International Law (AsianSIL Korea Chapter) dan Kementerian Luar Negeri Korea sebagai tuan rumah dalam acara perhimpunan ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan saya di Komite Perencanaan dan Sekretariat atas kontribusi dan kolaborasi mereka dalam mengorganisir kegiatan besar ini dengan sukses” ungkapnya.

The Korea Chapter of the Asian Society of International Law (AsianSIL) didirikan sebagai gabungan asosiasi yang dapat melayani tujuan penelitian terhadap hukum internasional di Asia dan bekerja sama dengan lembaga penelitian hukum internasional di wilayah ini. Korea Chapter sedang mempersiapkan Konferensi Ulang Tahun yang ke-6 AsianSIL 2017, Program dalam kegiatan AsianSIL ini meliputi:

1. Meneliti isu-isu tentang hukum internasional di Asia
2. Mempromosikan kerjasama dengan Asian Society of International Law
3. Mempromosikan kerjasama dengan lembaga penelitian hukum internasional dan masyarakat
4. Menyelenggarakan seminar dan konferensi internasional mengenai isu-isu hukum internasional di Asia

Tema konferensi, “Asia and International Law in Times of Uncertainty”, harus memberikan kontribusi kepada siapa pun yang berkepentingan dengan hukum internasional dan kerja sama internasional di zaman kita. Berkacalah dunia, banyak sekali kita temukan populisme, nasionalisme, proteksionisme dan isolasi dalam perjalanan di berbagai belahan dunia. Apakah era kemajuan ekonomi dan politik melalui keterbukaan dan keterlibatan sangat dekat, lantas apakah dunia sekarang memasuki era baru yang belum jelas keberadaanya? Apa konsekuensi dari pergeseran yang mengganggu pada sistem politik, ekonomi dan hukum internasional pasca perang ini?

Dhiana Puspitawati, S.H., LLM., Ph.D. Dosen Fakultas Hukum, UB menghadiri kegiatan konferensi tersebut yang diselenggarakan oleh Asian Society of International Law dengan mengajukan tema paper yang berkaitan masalah “Legal Turmoil of ‘historic rights’ and ‘historic waters’ towards the settlement of the South-China Sea Disputes: ASEAN’s role ahead” yaitu membahas kasus Gejolak hukum ‘hak bersejarah’ dan ‘sejarah perairan’ terhadap penyelesaian Sengketa Laut China Selatan yang menjadi peran untuk negara-negara Asean terdepan. Seorang pakar hukum laut mengatakan putusan yang akan menjadi sumber hukum internasional atas klaim historis Cina atas wilayah perairan Indonesia.

Akan muncul banyak pertanyaan yang harus diputuskan pada konferensi dua tahunan ini di Seoul. Tema konferensi secara keseluruhan, tidak seperti konferensi dua tahun sebelumnya, disentuh dengan rasa prihatin dan hati-hati. Hal ini disebabkan oleh perubahan yang tidak diinginkan yang terjadi pada dunia dan gravitasi yang bergejolak akan terjadi oleh perubahan tersebut. Sehingga, diakui tidak akan ada jawaban yang mudah atas pertanyaan-pertanyaan tersebut namun diskusi kami dapat membantu persoalan tersebut untuk menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi tantangan yang timbul dari masa yang tidak menentu. [Fhm] [AsianSil Korea Chapter]