Kompetisi Asian English Olympic 2018

  • Post category:News
You are currently viewing Kompetisi Asian English Olympic 2018

Fakultas Hukum, UB mendelegasikan seorang mahasiswi FH UB bernama Merarie Zahra Salsabila untuk mengikuti kompetisi Asian English Olympic 2018 Dengan lebih dari 673 total peserta dari 119 institusi di 11 Negara di Asia, Universitas Brawijaya berhasil membawa pulang piala bergilir Institutional Award Asian English Olympic (AEO) 2018. Universitas Brawijaya merupakan institusi dari Indonesia pertama yang memenangkan Institutional Award AEO sejak tahun 2012. Piala tersebut sebelumnya dimenangkan oleh Universitas Petronas, Malaysia di tahun 2017.

Piala ini tentu saja tidak diraih tanpa alasan, melainkan dengan pencapaian delegasi-delegasi dari Universitas Brawijaya dalam 6 dari 8 keseluruhan cabang lomba AEO 2018. 6 cabang lomba tersebut terdiri dari Radio Drama, Spelling Bee, Speech, Debate, Storytelling, dan Newscast.

Total delegasi dari seluruh penjuru fakultas di Brawijaya yang tergabung dalam UKM FORMASI (Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris) bersama beberapa delegasi dari Fakultas Ilmu Budaya berjumlah 13 orang (tidak termasuk Radio Drama). Perjuangan delegasi UB semenjak persiapan hingga hari H lomba yang berlangsung selama 5 hari (8-12 Februari 2018) di Jakarta pun tidak sia-sia dengan berbagai title yang mengharumkan nama Brawijaya di kancah Internasional.

Evaluasi Lomba

Pada Preliminary Round, delegasi berhadapan dengan 88 peserta dari 11 Negara dari seluruh penjuru Asia. Negara-negara tersebut termasuk; Filipina, Malaysia, Macau (China), Bangladesh, Thailand, Laos, Kamboja, Korea Selatan, Singapore, India, Indonesia. Preliminary Round terdiri dari Preliminary Round 1 dan 2. Pada preliminary round 1, para peserta harus membawakan Prepared Speech dengan durasi 5 menit. Pada Preliminary Round 2, peserta diberikan waktu 15 menit untuk menyiapkan Speech dengan tema yang diberikan oleh panitia saat itu juga, dan membawakan speech tersebut dengan durasi 5 menit. Topik yang dibawakan oleh delegasi saat preliminary round 2 tersebut adalah “Meaningful silence is better than meaningless words.”

Delegasi pun lolos melewati 2 Preliminary Round tersebut, dan melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya, yakni Octofinal, dengan jumlah peserta yang tersisa yakni sebanyak 40 orang. Pada tahap Octofinal, peserta membawakan Table topic speech. Yakni Speech berdurasi 2 menit 30 detik, dengan persiapan selama 30 detik sejak topic diberikan. Topik untuk Table Topic saat itu adalah, “Life is about to live or to die.

Delegasi pun lolos melewati Octofinal dan lanjut ke tahap selanjutnya yakni Quarterfinal, dengan jumlah peserta yang bertahan sebanyak 20 orang. Di tahap ini, peserta membawakan Evaluation Speech. Evaluation Speech adalah Speech yang disusun dari constructive feedback yang disusun oleh peserta dari menyaksikan speech dari Sample Speaker yang merupakan salah satu Juri speech tersebut, Nitesh G. Peserta diberikan waktu 5 menit untuk mempersiapkan constructive feedback- nya dan membawakannya dalam speech berdurasi 3 menit.

Delegasi lalu lolos dari tahap tersebut, dan lanjut ke tahap selanjutnya yakni Semi final, dengan sisa jumlah peserta sebanyak 10 orang. Pada tahap ini, peserta harus membawakan Prepared Humorous Speech dengan tema bebas, dengan durasi  maksimal 7 menit.

Delegasi pun lolos dari tahap tersebut, dan lanjut ke tahap selanjutnya, yakni Grand Final, dengan jumlah peserta yang tersisa sebanyak 5 orang. Pada tahap Grand Final, peserta diberikan waktu kurang dari 24 jam untuk mempersiapkan Inspiring Speech berdurasi maksimal 7 menit, dengan tema: “There is nothing wrong with the person, Something is wrong with the mindset.

Delegasi memenangkan penghargaan Best Prepared Speech, mengalahkan 87 peserta dari 11 negara dalam cabang lomba Speech Competition, dan berhasil menjadi Grand Finalist/Top 5 Speakers AEO Speech Competition 2018. Champion diraih oleh Sherri Makhijani (Indonesia), 1st Runner Up diraih oleh Andre Kusuma (Indonesia), 2nd Runner Up diraih oleh Wan Alvaro Mohammad (Indonesia), dan Best Humorous Speech dimenangkan oleh Raziq bin Komaruddin (Malaysia).

Universitas Brawijaya secara keseluruhan memenangkan Institutional Award sebagai institusi dengan pencapaian tertinggi dari seluruh cabang lomba AEO 2018. Universitas Brawijaya merupakan institusi dari Indonesia pertama sejak 2012 yang memenangkan Institutional Award, dan meraih piala bergilir yang tahun lalu diraih oleh Petronas University, Malaysia. [Mer/Humas]