(Indonesia) Justicia Choir : Buka Kesempatan Seluasnya Bagi Peminat Tarik Suara

  • Post category:News

Bagus Satrio (Kiri) Audisi Salah Satu Peserta

Bagus Satrio (Kiri) Audisi Salah Satu Peserta

 

Malang, 26 April 2013 – Gema suara dari LSO (Lembaga Semi Otonom) Paduan Suara Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang akrab disebut Justicia Choir (selanjutnya disebut “JC”) kembali terdengar. Dengan suksesnya JC membawa pulang medali perunggu dalam ajang Petra Choir Festival (PCF) di Surabaya,  kali ini JC mengadakan Open Recruitment bagi mahasiswa FH UB yang ingin bergabung dengan LSO tersebut. Pukul 10.00 WIB tadi pagi, JC dijadwalkan melakukan audisi bagi mahasiswa FH yang sebelumnya telah mendaftar tanggal 23-24 April 2013. Audisi yang bertempat di ruang A. 26 Gedung A Fakultas Hukum tersebut dilaksanakan oleh sang pelatih, Bagus Satrio Utomo. Rencananya, LSO yang telah beranggotakan 50 orang tersebut  akan menyaring peserta bersuara Alto dan Sopran terbaik dalam jumlah yang tidak ditentukan. Selain untuk menambah jumlah anggota, JC ingin membuka kesempatan seluas-luasnya untuk menerima sumber daya manusia yang berbakat maupun berminat dibidang tarik suara. Menurut pelatih, JC tidak membatasi mahasiswa yang memiliki bakat lahir dibidang tarik suara saja yang dapat menjadi bagian dari LSO tersebut. Karena bakat suara yang dimiliki seseorang kadang tidak menjamin ia berkeinginan terus belajar.
“ Kami memutuskan orang-orang yang masuk JC adalah orang yang memiliki mental bagus dan mau belajar, kalau suara bisa diolah.” paparnya.
Dengan prinsip yang dipegang teguh oleh sang pelatih, anggota Baru JC ( maba FH 2012) memberikan start yang baik dalam penampilan perdananya(20/4). Pasalnya, penampilan JC dalam ajang PCF di Surabaya minggu lalu mayoritas diwakili oleh maba dengan membawa pulang medali perunggu. Pun setelah berhasil membuat konser dan memenangkan berbagai kompetisi, JC berencana mengikuti Choir Competition tingkat Nasional di Jakarta September 2013 mendatang. Oleh karena itu, pelatih selalu berpesan pada anak didiknya untuk selalu meningkatkan kerja keras ketika ingin mencapai sesuatu.
“Karena tidak ada yang tidak mungkin kecuali tetap yakin dan terus berusaha.” ucap pelatih sambil tersenyum. (/gta)