Kuliah Tamu dari Komisi Yudisial Republik Indonesia

  • Post category:News

Malang (8/5/2015) “Peran Mahasiswa Dalam Penguatan Komisi Yudisial Untuk Mewujudkan Sosok Hakim Yang Berkualitas”. Itukah tema yang dibawakan oleh perwakilan Komisi Yudisial saat memberikan kuliah tamu kepada civitas akademika fakultas hukum universitas Brawijaya, kuliah tamu bertempat di Auditorium Gedung A Lt.6 dan dihadiri oleh dosen dan puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Perwakilan dari Komisi Yudisial memulai kuliah dengan mengantarkan cerita flashback, bahwa pada saat periode pertama pembentukan KY sedekade yang lalu, ada beberapa pihak yang risih dengan keberadaan KY, salah satunya adalah MA (Mahkamah Agung), Menurut beliau hal ini dikarenakan ada beberapa oknum hakim di MA yang bertingkah laku tidak benar dan tidak mau diawasi oleh KY, alasan lain mengapa pihak pihak tidak menyukai keberadaan KY adalah karena KY merupakan lembaga yang sifatnya mengawasi, sehingga wajar saja apabila ada pihak yang tidak mau diawasi, ungkap beliau.

Perwakilan dari Komisi Yudisial menjelaskan, bahwa hakim harus diawasi karena peranya sangat besar sebagai mediator dalam penegakan hukum, beliau menambahkan bahwa fungsi utama hakim adalah; garis yang menghubungkan negara dengan warga negara, hakim merupakan wajah sistem peradilan bagi masyarakat yang tersangkut perkara, hakim merupakan guru besar dalam masyarakat, dan yang terpenting adalah hakim merupakan panutan bagi masyarakat. Selain hal hal tersebut, alasan pentingnya pengawasan adalah karena terdapat potensi penyimpangan (misconduct), adanya perbuatan tercela oleh hakim (misbehaviour), adanya kekeliruan teknis (unprofesional conduct), dan yang terakhir sering adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh hakim

Di tengah tengah presentasi, perwakilan dari Komisi Yudisial menjelaskan bahwasanya dalam kondisi kekinian, tidak semua laporan dari masyarakat yang diajukan kepada KY bisa diproses, hal ini terutama karena keterbatasan barang bukti. Statistik menjelaskan bahwa sejak KY dibentuk pada tahun 2005, KY telah menerima laporan pengaduan dari masyarakat sebanyak 11.567 laporan, 957 hakim diperiksa, 277 diusulkan penjatuhan sanksi, 168 mendapatkan sanksi ringan, 41 mendapatkan sanksi sedang, dan 34 hakim mendapatkan sanksi ringan, sedangkan secara keseluruhan jumlah hakim di Indonesia sebanyak 7501.

Diakhir akhir presentasi, perwakilan dari KY menjelaskan bahwa mahasiswa dan perguruan tinggi dengan prinsi Tridharma, dapat berperan aktif membantu KY dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, peran aktif tersebut dapat dilakukan dengan cara; Menyiapkan dan menjadi sumber utama calon hakim yang berintegritas dan berkualitas; Memberi laopran terkait track record calon hakim agung; Melakukan penelitian putusan, menyelenggarakan seminar dan pelatihan hukum; Melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pengawasan hakim dan hal hal lain yang terkait.