Gerahnya Yogyakarta tak surutkan Semangat Peserta EBK

  • Post category:News
You are currently viewing Gerahnya Yogyakarta tak surutkan Semangat Peserta EBK

Terik dan gerahnya matahari tak menyurutkan semangat para delegasi lomba EBK (Ekonomi Bebas Korupsi VIII 2017) yang berlangsung selama 4 hari di Yogyakarta, tepatnya di Univeristas yang dijuluki kampus kerakyatan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Universitas Gajah Mada Yogyakrta.

EBK sendiri merupakan salah satu ajang bergengsi yang dinaungi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Tidak hanya menetap pada bidang yang mereka geluti Melta dkk serta Liavita dkk juga melebarkan sayap ke bidang lainnya, termasuk lomba di bidang ekonomi seperti  yang mereka ikuti ini.

Pada lomba kali ini, Melta dkk mengangkat paper berjudul “”Triangulation System: Formulasi Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dalam Pemberian Dana Hibah Pendidikan Pondok Pesantren” yang mana lebih memfokuskan pada samarnya sumber dari pemberian dana hibah pendidikan pondok pesantren yang mengakibatkan dapat munculnya pencucian uang dalam pemberian tersebut, hal itulah yang melandasi paper mereka.

Dalam pertandingan kali ini Universitas Brawijaya juga beradu otak dan oral dengan beberapa Universitas bergengsi lainnya seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB) , Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Univeristas Negeri Jember (UNEJ) , Univeristas Gajah Mada (UGM) , UNES, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro (UNDIP), Univeristas Airlangga (UNAIR) , dan Universitas Mulawarman.

Beberpa kendala sempat dihadapi oleh delegasi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini telebih karena dewan juri hampir keseluruhan memiliki bidang keilmuwan Ekonomi dan Bisnis tentunya cukup sulit untuk selaras dengan bidang keilmuwan Hukum. Tetapi hal itu justru mampu menambah khazanah disiplin ilmu lain delegasi UB.

“Dalam perlombaan kali ini UB belum meraih tempat sebagai juara. Namun poin rekomendasi yang saya ajukan dan dek liavita ajukan masuk sebagai Poin Rekomendasi dalam General Group Discussion. Setidaknya sebagai mahasiswa UB mampu tetap mampu memberikan sumbangsih terhadap rekomendasi perbaikan sistem yang hakiki agar Indonesia bebas korupsi”, tutur Melta Rahayu.

Saat penghujung wawancara, saudari Melta mengarakan beberapa patah kata yang dapat membakar semangat rekan-rekan serta adik-adik dalam mengikuti lomba “Kesempatan selalu datang bagi mereka yang mau berusaha. Seorang mahasiswa adalah seorang pembelajar. Mulailah berprestasi dengan mencoba dan berusaha. Karena dengan begitu kita terlatih untuk menjadi berprestasi. Memperbaiki kekurangan dan terus memperbaikinya”, katanya. [NBL/Humas]