Forum Dekan Fakultas Hukum Se-Asia Pasifik

  • Post category:News

PSIKnews – Globalisasi merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang. Tantangan dan peluang globalisasi terbuka lebar, tak terkecuali bagi Indonesia. Momentum untuk mempersiapkan SDM yang unggul sangat dibutuhkan oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia, sehingga Indonesia tetap bisa bersaing di tengah arus globalisasi ini.

Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia Pasifik lainnya memiliki potensi yang amat besar untuk menghadapi globalisasi. Potensi tersebut coba dimunculkan melalui pengembangan kompetensi generasi penerus yang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Berangkat dari gagasan tersebut, International Association of Law Schools menyelenggarakan sebuah forum yang mempertemukan dekan fakultas hukum dari negara-negara di kawasan Asia Pasifik (13-15/5). University of Economics and law, Vietnam National University ditunjuk sebagai tuan rumah. Mengambil tema besar “Law School Leadership in the 21st Century : Meeting the Global Challenge”, forum ini digelar di Continental Hotel, Ho Chi Minh City, Vietnam. Dalam agenda kali ini, fakultas hukum Universitas Brawijaya diwakili oleh Dr. Sihabudin, SH., MH., dan Dr. Muchamad Ali Safa’at, SH., MH. Selain dari Universitas Brawijaya, delegasi fakultas hukum dari Indonesia juga diwakili oleh Universitas Gadjah Mada dan Universitas Esa Unggul. Beberapa perwakilan yang turut hadir dalam forum tersebut diantaranya : Prof. Jassim Al Shamsi (United Arab Emirates University), Dr. Aishah Bidin, LL.B., Ph.D (Universitas Kebangsaan Malaysia), Prof. Simon Chesterman (National University of Singapore), serta beberapa perwakilan dari Vietnam, Thailand, Filipina, India, Bangladesh, Sri Lanka, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat.

Forum ini bertujuan untuk mengembangkan dan menentukan materi pokok yang akan disampaikan kepada mahasiswa sebagai bahan pembelajaran, membahas tentang isu-isu terbaru yang sedang ramai dibicarakan sekaligus mencari solusinya, serta upaya untuk melahirkan lulusan sarjana hukum yang berkualitas. Untuk menunjang program tersebut, dirumuskan dua langkah strategis, meliputi input dan output. Input atau masukan yang seyogyanya dijadikan sebagai pedoman bagi fakultas atau sekolah-sekolah hukum, diantaranya terkait mahasiswa (seleksi masuk yang ketat, kurikulum yang diterapkan serta masa studi ideal), birokrasi (tanggungjawab dan kebebasan akademik, akreditasi, transparansi dan akuntabilitas) dan sarana prasarana penunjang. Dengan masukan seperti itu, diharapakan akan lahir output atau keluaran (fresh graduate) yang berkualitas, dengan tolok ukur pengetahuan (pemahaman terhadap konsep dasar, prinsip, nilai-nilai hukum), keahlian (menganalisis permasalahan, memahami, melakukan penelitian, menyelesaikan permasalahan sesuai dengan kebutuhan masyarakat) serta nilai-nilai luhur yang mencerminkan etika dan profesionalitas. Rumusan mengenai input dan output tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan sarjana hukum yang mampu menyelesaikan permasalahan yang ada, terutama untuk menghadapi persaingan di era globalisasi ini. (alfa07)