Formah PK Adakan Seminar Memperingati Hari Buruh

  • Post category:News

Hari buruh selalu diperingati setiap tanggal 1 Mei. Namun, esensi dari peringatan hari buruh tersebut jarang mendapatkan perhatian, terutama dari pemerintah dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). Melihat keadaan tersebut, rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan atau yang lebih sering disebut dengan Formah PK, mengadakan seminar tentang buruh.
Mengambil tema “Re-Thinking Akan Buruh Sebagai Tonggak Pembangunan, Pasca Reformasi Di Tengah Gejolak Kurangnya The Sense of Caring”, seminar tentang buruh ini digelar di ruang Auditorium Lt. 6 Gedung A Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya (Senin, 29/4). Hadir sebagai narasumber, Dr. Rachmad Safa’at, SH., M.Si., Umu Hilmy, SH., MH. serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) wilayah Malang. Diskusi panel menjabarkan tentang kondisi faktual buruh di Indonesia, mulai dari standar pemberian upah, mekanisme perjanjian kerja hingga jaminan sosial bagi para buruh.
Dalam seminar kali ini, yang menjadi perhatian utama adalah mengenai sistem jaminan sosial nasional yang amanatnya telah diberikan oleh konstitusi. UUD 1945 menyebutkan tentang jaminan sosial dalam Pasal 28 ayat (3) dan Pasal 34 ayat (2). Dikatakan juga bahwa jaminan sosial telah dijamin dalam Deklarasi PBB tentang HAM Tahun 1948 dan ditegaskan kembali dalam Konvensi ILO Nomor 102 Tahun 1952. Aturan mengenai penyelenggaraan jaminan nasional di Indonesia sendiri telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004. Undang-undang tersebut menjelaskan mengenai beberapa jenis jaminan sosial yang seharusnya menjadi hak rakyat, yaitu terkait jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun. Harapannya, dengan adanya kegiatan seminar ini, akan membuka wawasan bagi masayarakat mengenai pentingnya peran buruh bagi pembangunan bangsa. Sudah menjadi sebuah keharusan bagi para pengusaha untuk menunaikan hak-hak buruh, sesuai dengan apa yang telah diamanahkan dalam hadits Rasul, “Bayarlah upah mereka, sebelum kering keringatnya.” (alfa15)