FH UB Menyelenggarakan Summer Course Bertema “Technology and The Law: Exploring Tech Issues in Law Enforcement”

  • Post category:News

MALANG, FH UB – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menyelenggarakan Summer Course dengan tema “Technology and The Law: Exploring Tech Issues in Law Enforcement”.  Summer Course diselenggarakan sejak hari Senin sampai Jumat pada tanggal 14-25 November 2022 secara hybrid.

Summer course kali ini membahas mengenai pengaruh teknologi dan hukum dalam kegiatan ekonomi, terutama penegakan hukumnya. Kegiatan summer course ditargetkan bagi 125 mahasiswa dengan komposisi 102 mahasiswa Malaysia (UKM dan USIM, Malaysia) dan 15 Mahasiswa Indonesia.

Kegiatan summer course ini turut menghadirkan beberapa pemateri, yaitu Dr. Ahmad Dahlan Saleh (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Reka Dewantara (Universitas Brawijaya), Dr. Azlin Alisa Ahmad (Universiti Kebangsaan Malaysia), Mustafa Afifi bin Abd Halim (University Sains Islam Malaysia), dan Dr. Hanif Nur Widhiyanti (Universitas Brawijaya).

Pada hari pertama kegiatan Summer Course diawali dengan pembukaan acara  oleh Dekan FH UB, Dr. Muchamad Ali Safaat, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh Mustafa ‘Afifi bin Ab. Halim berjudul an Analysis of Legal dan Syariah Righrs for Consumers in Halal Food Abuse. Materi selanjutnya mengenai Halal Food: For Moslem or Everyone dipaparkan oleh Dr. Hanif Nur Widhiyanti.

Selanjutnya, agenda Summer Course pada hari kedua membahas mengenai Shariah Analysis of Bitcoin in Islamic Banking and Finance yang dipaparkan oleh Dr. Ahmad Dahlan Salleh. Materi kedua dilanjutkan oleh Dr. Reka Dewantara yang menjelaskan mengenai the Development of NeoBank. Kemudian, pada hari ketiga summer couse dilaksanakan agenda working group.

Agenda Summer Course pada hari keempat diawali dengan focus group discussion dan pemaparan presentasi Mahasiswa USIM mengenai Challenges in Maintaining Halal Built-In Concept Among Halal-Certified Cosmetic Manufactures yang dipaparkan oleh Yuhanza Othman (PhD candidate). Selanjutnya, pada hari kelima dibuka dengan agenda group discussion dan presentasi mahasiswa mengenai Analysis of Syariah and Legal Issues in Halal Pharmaceutical Industry oleh Ameer Hakim bin Muhammad Azmi (final year student – Intern in Pharmaniaga LifeScience).

Lebih lanjut, hari keenam dimulai dengan working group yang dilanjutkan dengan agenda presentasi mengenai pembahasan Halal Governance in Malaysia: An Industrial Perspective oleh Nurul Insyirah binti Muhammad Shah (final year student – Intern in QSR Brands). Pada hari ketujuh dan kedelapan dilaksanakan presentasi mahasiswa dari UKM dan UB. Presentasi pada hari ketujuh dipaparkan oleh Muhammad Firdaus Che Bosu (UKM) mengenai Potensi dan Cabatan Pengurusan Zakat Digital Rakyat di Malaysia, presentasi kedua dipaparkan oleh Zahira Latifiana Rizaldi (UB) dengan topik Cryptocurrency, Legal Gap, and Challenge.

Selanjutnya, pada hari kedelapan, presentasi pertama mengenai Had al-Kifayah di Kalangan Masyarakat Islam: Keperluan Kaedah Penentuan Garis Miskin dan Kaya Berasaskan Sunnah di Malaysia dipaparkan oleh Nurul Huda binti Sukor (UKM) dan dilanjutkan pemaparan kedua oleh Endrianto Bayu Setiawan (UB) dengan topik Central Bank Digital Currency: Studi Komparatif antara Indonesia dan Malaysia. Kegiatan Summer Course ini ditutup dengan agenda refleksi.

“Kegiatan Summer Course ini bertujuan untuk memberikan tambahan wawasan kepada mahasiswa melalui pendekatan perbandingan hukum dalam proses pengajaran, memberikan pengetahuan terhadap sistem hukum Indonesia, meningkatkan reputasi internasional FH UB, meningkatkan reputasi dosen dalam kegiatan berskala internasional, serta meningkatkan jejaring internasional,” ujar Ranitya Ganinda selaku Ketua Pelaksana Summer Course. (trf/nnd)