Pusat Studi Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengadakan “Orasi dan Diskusi Buku”

  • Post category:News
You are currently viewing Pusat Studi Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Brawijaya mengadakan “Orasi dan Diskusi Buku”

Rabu/6/12/17]- Berletak di gedung Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, kegiatan yang diberi nama “Orasi dan Diskusi Buku” yang diselenggarakan atas kerjasama antara Pusat Studi Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (PSHA-FHUB)dengan Sajogyo Institute, Intrans Istitute, CCAFS, Malang Corruption Watch, FNKSDA, Kristen Hijau dan terakota.id.

Dengan tema “Di Balik Krisis Ekosistem: Peran Diskursus, Politik, Aktor dan Jaringan” diskusi ini dimulai oleh beberapa pembicara sebagai pemantik diskusi yaitu diantaranya Dr. Rachmat Syafa’at, S.H, M.Si (Dekan FHUB), Prof. Dr. Moh. Bakrie, S.H., MS.(Dosen Hukum Agraria), Dr. Imam Kuswahyono, S.H., M.H (Dosen FHUB), Eko Cahyono, MS. (Direktur Sajogyo Institute), dan Graha Nagara, MPH. (Auriga).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai latar belakang jenjang pendidikan di Fakultas Hukum, baik dari program Sarjana bagitupun dari program Master yang sedang menempuh pendidikannya di fakultas hukum ini. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, antusiasme peserta diskusi sangat tinggi. Dapat dilihat pada hari itu karena begitu tingginya jumlah peserta yang ingin bergabung sehingga beberapa peserta yang hadir belakangan, harus ada yang bersabar menunggu di luar ruangan hingga adanya peserta lain yang meninggalkan ruangan diskusi.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen PSAH FHUB untuk mensosialisasikan isu-isu yang berkaitan dengan Hukum Agraria serta meningkatkan kepedulian dan kesadaran akademisi bahkan masyarakat luas untuk berkontribusi dalam upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Dikutip dari presentasi Prof. Bakrie “Kita harus selalu berusaha menyadarkan masyrakat bahwa lingkungan ini adalah tanggungjawab bersama, sehingga perlu ada upaya kerjasama yang baik antara semua pihak yang memiliki kepentingan dan tanggungjawab dalam upaya menghadapai krisis ekosistem ada di seluruh wilayah Indonesia”. [Afd/Humas]