University of Canberra Lecture Give Guest Lecturer in Law Faculty

  • Post category:News

 “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.” Pasal 28 ayat 1 UUD NRI Tahun 1945

Di zaman modern seperti sekarang ini pada umumnya hampir semua negara menyatakan dirinya sebagai negara bersistem Demokrasi, termasuk Republik Indonesia yakni sistem pemerintahan yang bersumber pada Kedaulatan Rakyat. Demokrasi mempunyai arti penting bagi masyarakat yang menggunakannya sebab dengan Demokrasi hak masyarakat untuk menentukan sendiri jalannya organisasi pemerintahan sesuai dengan kehendaknya dapat dijamin.

Idealnya dalam negara hukum (rechtsstaat) negara mengakui dan melindungi hak asasi manusia setiap individu. Pengakuan negara terhadap hak individu ini tersirat di dalam persamaan kedudukan di hadapan hukum bagi semua orang. Dalam suatu negara hukum semua orang harus diperlakukan sama di hadapan hukum (equality before the law). Persamaan di hadapan hukum harus diimbangi juga dengan persamaan perlakuan (equal treatment).

Namun prakteknya, konflik antara suatu kepentingan dan kepentingan lain yang berposisi sebagai antitesisnya. Seperti kita ketahui banyak faktor di luar hukum yang turut menentukan bagaimana hukum senyatanya dijalankan. Hukum yang  dituliskan (law in abstracto) tidak selalu sama dengan hukum dalam praktek (law in concreto). Hukum dalam prakteknya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar hukum (extra-legal factors).

Fakultas Hukum mengundang mahasiswa dan dosen untuk mengikuti kuliah tamu yang diadakan di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung A. Kuliah disampaikan oleh Dr. Don Fleming dari University of Canberra, Australia dan dimoderatori oleh Ibu Dhiana Puspitawati, S.H., LLM., P.hD.

Selama jalannya perkuliahan beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis. Salah satunya Kristiyanto, mahasiswa semester 3 kelas Bahasa Inggris, yang bertanya tentang sistem pajak di Australia dan bagaimana Pemerintah Australia melindungi hak adat masyarakat Aborigin.

“Kuliah tamu dengan mendatangkan dosen dari luar negeri secara langsung sangat menarik dan menambah pengetahuan, saya berharap kedepannya kegiatan seperti ini berlanjut” ujar Kris. (ea)