Disertasi Winardi : Mewujudkan Petani Tebu yang Sejahtera

Keberadaan petani, khususnya petani tebu sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan, termasuk ketika otonomi daerah telah digulirkan, selalu dalam posisi termarjinalkan. Harga gula yang terus mengalami kenaikan ternyata tidak berimbas pada peningkatan taraf hidup para petani tebu. Bertitik tolak pada latarbelakang tersebut, Winardi, S.H., M.Hum., memilih sebuah tema, “Perlindungan Hukum Petani Tebu Dalam Perspektif Negara Kesejahteraan Di Era Otonomi Daerah”, yang akan dibahas dalam sebuah sidang ujian akhir disertasi yang digelar pada hari kamis, 28 Februari 2013 pada pukul 14.00-16.00 WIB.
Bertempat di ruang Auditorium Lt.6 gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, sidang ujian akhir disertasi dilaksanakan oleh dewan penguji yang diketuai oleh Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S. Selanjutnya, majlis penguji terdiri dari Dr. Mohammad Ridwan, S.H., M.S., Prof. Dr. Suhariningsih, S.H., S.U., dan seorang penguji tamu dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Suko Wiyono, S.H., M.H. Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.H. dipercaya sebagai promotor yang didampingi oleh ko-promotor Prof. Dr. Mohammad Bakri, S.H., M.S., dan Prof. Dr. Isrok, SH., MS.
Dalam penelitiannya, Winardi, SH. MHum. memberikan rekomendasi bahwa filosofi pembangunan pertanian harus diarahkan untuk mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan petani sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peraturan perundang-undangan yang menjamin hak asasi petani, meliputi : a) hak hidup; b) hak atas sumber daya alam; c) hak atas produksi; d) hak atas konsumsi; e) hak akan pemasaran produk; dan f) hak berorganisasi. (alfa49)