Disertasi Lahmuddin Zuhri : Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Krik Slamat Masyarakat Sumbawa Dalam Upaya Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Tentang Penyelesaian Konflik Pengelolaan Lar

  • Post category:News

IMG_0891

IMG_0892

Disertasi yang berjudul “Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Krik Slamat masyarakat sumbawa dalam upaya pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Tentang Penyelesaian Konflik Pengelolaan Lar.”  dibahas pada hari Rabu, tanggal 12 November 2014 oleh Lahmuddin Zuhri, S.H., M.Hum.

Bertempat di ruang Auditorium lantai 6 gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, sidang ujian akhir disertasi dilaksanakan oleh majelis penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Sudarsono, S.H., M.S, Dr. Rachmat Syafaat, SH., M.Si, Dr. Sihabuddin, S.H., M.H., Prof Masruchin Rubai SH MS, Prof. Dr. Thohir Luth MA, Prof Dr Isrok SH, MS, Prof Dr. Drs. Syaifuddin Iskandar.

Ujian Terbuka Desertasi yang dihadiri oleh Prof Dr. Drs. Syaifuddin Iskandar, Rektor Universitas Samawa Sumbawa Besar sekaligus sebagai majelis penguji, serta dihadiri oleh Ibu dan bapak, Ibu Mertua, dan keluarga, serta Kolega.

Beliau mengangkat tentang Penyelesaian Konflik Pengelolaan Lar Sumbawa Tahun 2008, Keislaman dalam konflik penyelesaian lar di sumbawa. Desertasi ini Memiliki nilai-nilai praktis dan akan mengusulkan peraturan daerah tentang Lar. sehingga nantinya akan membuat suatu peraturan daerah di sumbawa. Adapun Relevansi Teori yang dikemukakan yaitu nilai-nilai kearifan lokal krik slamat digunakan sebagai sarana penyelesaian konflik pengelolaan Lar. Melalui teori-teori : Teori Maqosid al-syarial, kewajiban tau (masyarakat) samawa untuk menjaga kehormatan diri, memeliharakelestarian dan daya dukung Lar (sebagai khalifah sekaligus hamba) Allah di bumi., Teori Jiwa Bangsa, menganalisis nilai krik slamat sebagai nilai yang lahir, Teori konflik, sebagai pisau analisis dalam melihat mengkaji konflik pengelolaan tanah Lar, serta mekanisme apa yang digunakan oleh masyarakat sumbawa dalam mengatasi konflik tersebut.

Dengan transformasi nilai-nilai kearifan lokal krik slamat masyarakat sumbawa dalam upaya pembentukan peraturan daerah kabupaten Sumbawa tentang penyelesaian konflik pengelolaan Lar. Melalui teori prularisme hukum, teori maqosid al-syarial, teori hukum prismatik, teori perundang-undangan.

Desertasi ini memakai Jenis penelitian hukum empiris, melalui pendekatan antropologis-sosiologis budaya. Sedangkan sumber data primer yaitu fenomena dan nilai masyarakat, metode studi kasus deskriptif, idiologis.

Adapaun sumber data sekunder yaitu dokumen, buku, per-uu-an, teknik pengumpulan data yaitu primer, wawancara dan observasi. Dan sekunder yaitu dokumentasi dan kepustakaan. Sedangkan Teknik analisis data yaitu deskriptif interpretatif.

Melalui kearifan lokal krik slamat ada musyawarah yang merupakan penyelesaian dengan cara para pihak paham dan ikhlas menerima hasil musyawarah sehingga yang terakhir adanya perdamaian berupa para pihak merasa puas, dan penguatan solidaritas sosial.

Nilai-nilai krik slamat yang diangkat, dilihat dari struktur hirarki hukum adat sumbawa. Dimana krik slamat dalam struktur hirarki hukum adat sumbawa. Yaitu krik slamat yang berupa Keberkahan dan keselamatan yang menjiwai dalam adat sumbawa. Bermula dari Adat barenti ku syara, syara barenti ko kitabullah, Ontologi, ketakit ko nene’ kongila biat lenge sehingga menghasilkan Krik slamat, dalam nilai Epistemologi dan Aksiologinya Dasar filosofi masyarakat sumbawa atas takut kepada tuhan, sehingga melahirkan krik slamat.

Lulus sebagai Doktor, adalah jenjang tertinggi akademis akan tetapi perlu dibuktikan dengan pengabdian dalam masyarakat khususnya di sumbawa.Sebuah kualitas doktor, perlu pengabdian kepada masyarakat kampus untuk dijadikan prioritas pertama. Sehingga ilmu itu direalitaskan. Kata Thohir luth sebagai kesan dan pesan.

Acara diakhiri dengan Kesan dan Pesan beliau selama menempuh jenjang doktor di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, beliau berterima kasih kepada yang telah membimbing dan mengarahkan sehingga dapat menyelesaikan desertasinya dengan baik.

Akhirnya, dengan mempertimbangkan ,keseriusan, etika, serta kemampuan beliau majelis penguji menetapkan beliau mandapat gelar Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas brawijaya dengan predikat sangat memuaskan. (tan)