(Indonesia) Disertasi Jayus : Peradilan Khusus Pemilu

  • Post category:News

Didunia ini selalu ada kejujuran, kecuali 3 hal selalu ada kecurangan yaitu dalam hal: Berburu, Berperang dan Pemilu. -Otto Van Biskmark

Setali tiga uang dengan ucapan Otto tersebut, seorang mahasiswa program doktor Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jayus SH, Mhum juga memiliki perhatian lebih terhadap permasalahan pemilu. Bahkan Jayus SH, Mhum menyisipkan ucapan Otto tersebut di pengerjaan lembar disertasinya sebagai motto. Kemarin siang, 2 Maret 2013 Jayus SH, Mhum menyelesaikan masa studi program doktornya dengan menggelar ujian terbuka atas disertasinya yang berjudul “Rekonseptualisasi Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilihan Umum di Indonesia”. Tepatnya di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, beliau menjelaskan hasil analisisnya menunjukkan Pemilu yang merupakan hasil manifestasi kedaulatan rakyat dapat dipersoalkan secara hukum terlihat dari korelasi antar politik dan hukum, tindakan politik dan validitas argumentasi hukumnya. Selain itu menurut Jayus SH, Mhum, konsep penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum melalui lingkungan peradilan umum serta peradilan ketatanegaraan masih terdapat kekurangan-kekurangan yang berdampak pada nilai keadilan dan Pancasila. Jayus SH, Mhum juga menilai perlunya memberikan ukuran yang jelas dari kata umum dalam Pemilu dan segala hal yang menyangkut penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum. Sehingga, menurut beliau sangat layak dipertimbangkan pembentukan peradilan khusus Pemilu.
Setelah menyelesaikan pembacaan disertasinya, tiba saatnya para majelis penguji untuk memberikan pertanyaan dan kritik terhadap Jayus SH, Mhum. Majelis penguji terdiri dari Prof. Dr. Isrok SH, MS; Dr.Ibnu Tricahyo SH, MH; Dr. Mohammad Ridwan SH, MS; Prof.Dr. Suko Wiyono SH,MH yang merupakan penguji tamu dari Universitas Malang dan Dr. Haryono SH,MCL yang merupakan tamu kehormatan yaitu Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Selain itu tak lupa hadir Prof.Dr.Sudarsono SH,MS yang merangkap sebagai Promotor dan Ketua Program doktor Ilmu Hukum, Prof. A.Mukhtie Fadjar SH,MS sebagai Ko-Promotor 1 serta Dr.Jazim Hamidi SH,MH sebagai Ko Promotor 2. Selama kurang lebih 45 menit Jayus SH, Mhum menjawab satu persatu pertanyaan dari para penguji dan dilanjutkan dengan rapat dewan penguji. Sesudah 15 menit menunggu,  Jayus SH, Mhum  kembali berdiri di posisi Promovendus dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Tepuk tangan dari kerabat semakin memeriahkan hasil kerja keras Jayus SH, Mhum yang menempuh masa studinya tidak sampai 3 tahun.
Sang doktor baru, Dr. Jayus SH, Mhum mengungkapkan gelar doktor nya tidak akan membuatnya sombong, bahkan menurut beliau padi makin tua makin tau dirinya. Dr. Jayus SH, Mhum juga mengungkapkan rasa terima kasihnya pada kesabaran dan perhatian para Promotor dan Ko-promotor yang dianggapnya pasti sangat bosan bertemu dengan dirinya karena selalu meminta konsultasi tiap hari. Kesungguhan beliau mencerminkan teladan yang baik bagi keenam putrinya dan seluruh masyarakat disekitarnya. Predikat Cumlaude Dr.Jayus SH, Mhum didapatinya dengan usaha yang sangat gigih mulai dari diskusi dan konsultasi sampai rutinitas berangkat jam 1 dini hari “Jember – Malang” yang rajin beliau tempuh rutin. “Saya biasa mandi di kampus dan sholat shubuh di masjid Sabilillah” kenangnya sambil menahan air mata haru. (gta)