Disertasi Imam S : Disharmonisasi Undang-undang Polri dan KUHAP

  • Post category:News

Mengusung judul “Harmonisasi Pengaturan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia”, Jumat 15 Maret 2013 kemarin Imam Suroso SH, Mhum menggelar prosesi ujian akhir disertasinya. Bermula dari rutinitas kegiatan di tempat  bekerja, Imam Suroso SH,Mhum merumuskan suatu gagasan masalah untuk disertasinya. Menurut Imam Suroso SH,Mhum, didalam penerbitan surat ketetapan penghentian penyidikan oleh polisi terdapat pertentangan norma dalam pengaturan perundang-undangan yang berlaku. Suatu penyelesaian sengketa akibat tindakan hukum yang dilakukan oleh penyidik polri untuk mengadakan penghentian penyidikan melalui penerbitan surat keputusan, dilakukan di pengadilan negeri (Pasal 77 KUHAP). Namun terjadi disharmonisasi apabila dikaitkan dengan Pasal 2 Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian bahwa “fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan”. Karena pemerintahan adalah domain administrasi, mestinya penyelesaian sengketa dilaksanakan di peradilan tata usaha negara (PTUN). Menurut Iman Suroso SH, Mhum,  kedua hal tersebut menyebabkan konflik norma dan tumpang tindih (overlapping). Surat ketetapan penghentian penyidikan oleh polisi adalah produk penyidik polri dalam menjalankan fungsi pemerintahannya yaitu pejabat tata usaha negara (beschikking) tetapi penyelesaian terhadap sengketanya dilaksanakan di peradilan negeri. Selain itu, Imam Suroso SH, Mhum menilai istilah Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak tepat. “Surat Ketetapan” secara definitif telah dipergunakan oleh badan legislatif untuk pengaturan bersifat regelling. Sehingga beliau merekomendasikan perubahan istilah menjadi Surat Keputusan Penghentian Penyidikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Tepat pukul 14.00 WIB di lantai 6 ruang Auditorium Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Imam Suroso SH,Mhum telah berdiri sebagai promovendus bersebrangan dengan para majelis penguji. Majelis penguji terdiri dari Dr. Rachmad Syafaat SH, MH; Dr. Mohammad Ridwan SH, MS; Dr. Istislam SH, Mhum dan Prof. Dr. Sadjigono SH, Mhum yang merupakan penguji tamu dari Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara. Selain itu tak lupa hadir Prof.Dr. Sudarsono SH,MS yang merangkap sebagai Promotor dan Ketua Program doktor Ilmu Hukum, Prof. Dr. Isrok SH, MS sebagi Ko-Promotor 1 serta Dr. Abdul Rachmad Budiono SH,MH sebagai Ko Promotor 2. Sebagai seorang anggota kepolisian daerah Jawa Timur, ujian terbuka Imam Suroso SH, Mhum turut dihadri staff bidang hukum Polda Jatim. Tidak ketinggalan, Irjen Pol. (Purn) Drs. Moh. Djatmiko, SH, MSi, Rektor Universitas Bhayangkara Surabaya hadir pula. Usai mempresentasikan hasil penelitian dan menjawab seluruh pertanyaan dari para majelis penguji, Imam Suroso SH, Mhum mendengarkan hasil keputusan rapat majelis penguji dari Prof.Dr Sudarsono SH, MS. Imam Suroso SH, Mhum dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude. Tepuk tangan dari para audiens mengiringi keberhasilan merampungkan program studi doktor Ilmu hukum nya sebagai penunjang ilmu dan kualitas beliau sebagai seorang anggota kepolisian. Dr. Imam Suroso SH, Mhum mengucapkan beribu terima kasih pada para majelis penguji khususnya Promotor dan kedua Ko Promotor atas kekonsistenan dan transparansi bimbingannya dari awal hingga akhir. Sang doktor baru tersebut juga menuturkan prestasi yang diraih beliau ini adalah hasil dorongan dan dukungan dari semua kerabatnya khususnya yang hadir dalam ruangan tersebut.
Diharapkan setelah acara ini, hasil penelitian atas disertasi anggota kepolisian Dr. Imam Suroso SH, Mhum dapat dijadikan bahan rekomendasi bagi pemerintah untuk mengkaji ulang peraturan perundang-undangan khususnya mengenai permasalahan sengketa atas Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sehingga tercipta keharmonisan antar peraturan perundang-undangan yang satu dan yang lainnya. Menutup acara ujian terbuka beliau, Dr. Imam Suroso SH, Mhum menghaturkan doa bagi seluruh audiens. “Semoga saya dan kita semua mendapat barokah yang besar dari Allah SWT.”tuturnya. (gta)