Dissertation of Aries : Morality and The Relation With The Employment Agreement

  • Post category:News

IMG_0680

PSIKnews – Era globalisasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mewarnai dinamika sistem perekonomian dewasa ini telah melahirkan berbagai isu hukum. Isu hukum yang muncul mayoritas erat kaitannya dengan hubungan kerja.sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Isu hukum yang dimaksud memuat ketidakpastian hukum karena kekaburan norma, khususnya yang berkaitan dengan norma kesusliaan yang termuat dalam klausula perjanjian kerja.

Kondisi ini dirasa sangat perlu untuk segera dicarikan solusi bersama. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Aries Harianto, SH., MH,, mengangkat sebuah tema ‘Makna “Tidak Bertentangan Dengan Kesusilaan” Sebagai Syarat Sah Perjanjian Kerja’ sebagai bahan disertasi.

Sidang ujian disertasi terbuka digelar di ruang Auditorium lt. VI Gedung. A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (30/12). Prof. Dr. Suhariningsih, SH., SU., bertindak sebagai promotor, yang di dampingi oleh Dr. Abdul Rachmad Budiono, SH., MS dan Dr. Sihabudin, SH., MH., selaku ko-promotor. Selanjutnya duduk sebagai majelis penguji yaitu Prof. Dr. Sudarsono, SH., MS., Dr. Rachmad Safa’at, SH., M.Si., Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, SH., MH., dan Dr. Widodo Ekatjahjana, SH., M.Hum selaku penguji tamu dari Universitas Jember.

Aries berhasil mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan majelis penguji serta berhak menyandang gelar doktor dengan prediket cumlaude. Dalam penelitiannya, Aries merekomendasikan perlunya mengakomodasikan makna tidak bertentangan dengan kesusilaan dalam perjanjian kerja sebagai preskripsi untuk menghindari terjadinya kekaburan norma. Selain itu, kontruksi batalnya perjanjian kerja yang bertentangan dengan kesusilaan, seyogyanya dapat difungsikan sebagai asas hukum dalam perjanjian kerja. (alfa)