Dissertation of Anang : Matter on Inherited Relative According Islamic Law Compilation

  • Post category:News

IMG_0681

PSIKnews – Islam mengenal hukum waris di dalam ilmu faraidl. Bagi umat islam di Indonesia, hukum waris juga telah dikodifikasikan menjadi sebuah norma hukum positif yang tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI). Namun, kerapkali terdapat ketentuan dalam KHI yang memunculkan penafsiran ganda, sehingga rawan menimbulkan disparitas putusan hakim pengadilan agama yang memutuskan perkara waris.

Penafsian ganda itu muncul pada beberapa kasus mewaris, seperti pada kedudukan saudara pewaris. Kondisi ini dirasa sangat perlu untuk segera dicarikan solusi bersama. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Anang Setio Budi, SH., MH,, mengangkat sebuah tema ‘Makna “Kedudukan Saudara Pewaris Dalam Mewaris Menurut Kompilasi Hukum Islam’ sebagai bahan disertasi.

Sidang ujian disertasi terbuka digelar di ruang Auditorium lt. VI Gedung. A Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, bertepatan dengan penghujung tahun 2013 (31/12). Prof. Dr. Thohir Luth, MA., bertindak sebagai promotor, yang di dampingi oleh Dr. Abdul Rachmad Budiono, SH., MS dan Prof. Dr. Gatot Dwi Hendro W, SH., M.Hum., selaku ko-promotor. Selanjutnya duduk sebagai majelis penguji yaitu Dr. Sihabudin, SH., MH., Prof. Dr. Sudarsono, SH., MS., Dr. Rachmad Safa’at, SH., M.Si., dan Prof. Dr. Lalu Husni, SH., MS., selaku penguji tamu dari Fakultas Hukum Universitas Mataram.

Sidang disertasi berlangsung kurang lebih selama 120 menit. Anang berhasil mempertahankan hasil penelitiannya dan berhak menyandang gelar doktor dengan prediket cumlaude. Anang berharap agar kedepannya masalah waris-mewaris ini lebih mendapatkan perhatian serius dari para praktisi hukum dan pemerintah agar tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat. (alfa)