COVID 19: Imbauan Physical Distancing untuk Seluruh Keluarga Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

  • Post category:News
You are currently viewing COVID 19: Imbauan Physical Distancing untuk Seluruh Keluarga Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Setiap hari COVID-19 tampaknya mencapai tonggak sejarah baru dan tragis. Lebih dari 210.000 kasus telah dilaporkan kepada WHO dan lebih dari 9.000 orang telah kehilangan nyawa mereka.

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengirim pesan untuk kaum muda di seluruh dunia. Kita bukan tak terkalahkan, virus ini bisa menjangkiti siapa saja, membuat kita masuk rumah sakit selama berminggu-minggu atau bahkan membunuh kita. Bahkan jika kita tidak sakit pun pilihan yang kita buat tentang ke mana kita pergi bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati untuk orang lain. Solidaritas adalah kunci untuk mengalahkan COVID-19. Solidaritas di sini adalah antar negara tetapi juga antar kelompok umur.

Selama masa sulit ini, penting untuk terus menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Ini tidak hanya akan membantu kami dalam jangka panjang, tetapi juga akan membantu kami melawan COVID jika Anda terinfeksi. Yang bisa kita lakukan adalah Pertama, makan makanan yang sehat dan bergizi, yang membantu sistem kekebalan tubuh kita berfungsi dengan baik. Kedua, batasi konsumsi alkohol kita dan hindari minuman manis. Ketiga, jangan merokok. Merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit serius jika Anda terinfeksi COVID-19. WHO merekomendasikan 30 menit aktivitas fisik sehari untuk orang dewasa dan satu jam sehari untuk anak-anak

Dr Michael Ryan, pembicara WHO mengatakan, “Ini bukan hanya tentang tanggung jawab pemerintah. Ini adalah tentang setiap individu yang membuat keputusan untuk melindungi diri mereka sendiri dan melindungi orang lain. Kita tidak harus selalu memiliki pemerintah yang menyuruh kita melakukan itu ”.

Di Indonesia, banyak digunakan istilah Social Distancing. Saat ini, WHO sepakat untuk mengubah istilah Social Distancing (pembatasan sosial) dengan Physical Distancing (pembatasan fisik). WHO menggunakan frasa physical distancing alih-alih social distancing untuk menjaga jarak fisik dari orang-orang sehingga kita dapat mencegah virus agar tidak berpindah satu sama lain dimana hal itu sangat penting. Tetapi itu tidak berarti bahwa secara sosial kita harus memutuskan hubungan dengan orang yang kita cintai ataupun dari keluarga kita.

Teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dalam banyak cara tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama atau secara fisik berada di tempat yang sama dengan orang-orang. Kita semua perlu melakukan physical distancing dengan semua orang karena Anda tidak tahu persis siapa yang mungkin memiliki virus.(AZL)

Sumber:WHO (who-audio-emergencies-coronavirus-press-conference-full-20mar2020.pdf).