Cerdas Berilmu dengan Seni

Teater Kertas, salah satu lembaga otonom di Fakultas Hukum yang bergerak di bidang seni ini bukan hal yang asing lagi bagi para mahasiswa hukum. Di tengah kesibukan mahasiswa bergelut dengan bahasan mata kuliah, para mahasiswa anggota Teater Kertas ini menyelingi waktunya dengan latihan rutin sore hari seusai kuliah sampai larut sekitar pukul delapan malam. Tidak seperti Lembaga Otonom (LO) yang lain, teater kertas memang satu-satunya LO yang bergerak dan berkreativitas di dunia seni. “Nyeni dan kuliah itu harus seimbang.” ucap Al Araf ketika ditemui tadi siang Senin 25 Februari 2013. Pria yang akrab dipanggil Al sekaligus Ketua Teater Kertas tahun 2012-2013 itu menjelaskan bahwa pada dasarnya manusia memerlukan seni untuk menunjang kecerdasan otaknya. Kreativitas akan muncul ketika sedang melakukan seni, dapat berupa seni rupa, seni musik dan sebagainya. Menurut Al, kreativitas yang dihasilkan otak akan membuat manusia berfikir cerdas.

“Makanya, seni itu pelengkap kehidupan. Bisa juga disebut candu.”

papar Al sambil tersenyum.

Maret mendatang, lagi lagi teater kertas berencana mengadakan pentas setelah Desember lalu sukses menyulap gedung B Fakultas Hukum menjadi panggung megah teater berjudul “Perempuan Lumpur” yang dihadiri berbagai pelajar dan alumni teater di kota Malang. Sayangnya, tidak banyak mahasiswa hukum sendiri yang mengetahuinya karena kendala publikasi dan pemilihan waktu malam hari. Saat ditanya kesibukan teater kertas berlatih tiap hari, Al menjelaskan bahwa Teater Kertas akan ikut berpartisipasi pada acara Teater Kutub Universitas Brawijaya berjudul “Opera Susila” untuk memperingati hari hukum yang diselenggarakan 13 Maret 2013 mendatang. Selain ikut bermain di Opera Susila, teater kertas juga akan menampilkan Monolog berjudul Koruptor Budiman. Monolog tersebut akan disutradarai oleh Adam, salah satu Alumni teater kertas. Dalam proses belajar ilmu seni teater di Fakultas Hukum Brawijaya ini, teater kertas banyak menghasilkan prestasi seperti Juara 1 Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminal) di Jember 2009-2010, Juara 3 Monolog Pekan Seni Mahasiwa Universitas Brawijaya 2011 dan banyak lagi. Memenangkan perlombaan bagi para anggota Teater Kertas merupakan bonus dari proses belajarnya menyeimbangkan kebutuhan berilmu dan berseni. “Berproses tanpa batas!”, semboyan yang diteriakkanTeater Kertas acap kali menutup perjumpaan mereka di tiap pekan. (gta)