banner-inside-25

Pedoman Akademik

Beban Studi dan Masa Studi

Beban studi adalah 52 sks terdiri dari:

  1. 24 sks kegiatan perkuliahan yang meliputi:
    • 4 (empat) sks mata kuliah wajib universitas;
    • 14 (empat belas) sks mata kuliah wajib program studi;
    • 4 (empat) sks mata kuliah pilihan konsentrasi;
    • 2 (dua) sks mata kuliah pilihan penunjang desertasi.
  2.  28 sks kegiatan mandiri penyusunan disertasi.

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dalam waktu 2 (dua) semester. Setelah mengikuti dan lulus perkuliahan, mahasiswa dapat mengajukan ujian kualifikasi yang dilanjutkan dengan tahapan penyusunan disertasi.

Masa studi Program Studi Doktor llmu Hukum adalah 6 (enam) semester sampai selama-lamanya 14 (empat belas) semester dengan tahapan­-tahapan studi sebagai berikut:

  1. Perkuliahan Reguler
  2. Ujian Kualifikasi
  3. Sidang Komisi Promotor untuk Ujian Proposal
  4. Ujian Proposal Penelitian Disertasi
  5. Seminar Hasil Penelitian Disertasi
  6. Sidang Komisi Promotor untuk Ujian Tertutup
  7. Ujian Tertutup
  8. Ujian Akhir Disertasi/terbuka

Bagi mahasiswa yang memiliki 2 (dua) jurnal/artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional, yang bersangkutan tidak perlu melalui tahapan ujian terbuka dengan persetujuan Komisi Pembimbing.

Cuti Akademik

Mahasiswa  dapat  mengajukan  cuti  akademik  dengan  ketentuan  sebagai berikut:

    • Persyaratan Cuti Akademik
      1. Mahasiswa harus telah menempuh semester 1 (satu).
      2. Cuti akademik paling lama 2 (dua) semester dan tidak dapat dilakukan secara berturut-turut.
      3. Jangka waktu cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa studi.
      4. Tidak termasuk cuti akademik adalah mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang.
    • Alasan Cuti Akademik
      1. Gangguan kesehatan/sakit dalam waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan mengikuti perkuliahan; atau
      2. Melahirkan; atau
      3. Pindah tempat tinggal yang tidak memungkinkan untuk mengikuti perkuliahan.
    • Tata Cara Pengajuan Cuti Akademik
      Permohonan cuti akademik diajukan secara tertulis kepada Rektor Cq. Wakil Rektor I dengan disertai alasan-alasan tersebut di atas, diketahui oleh Wakil Dekan I dan Promotor mahasiswa yang bersangkutan. Permohonan cuti akademik diajukan paling lambat 1 (satu) minggu sejak penutupan registrasi akademik.

Perpanjangan Masa Studi

Mahasiswa yang belum lulus dalam waktu 7 tahun dapat mengajukan perpanjangan masa studi. Permohonan perpanjangan masa studi diajukan kepada rektor. Permohonan perpanjangan masa studi harus dengan persetujuan tertulis promotor.

Penilaian

Evaluasi perkuliahan terstruktur dilakukan melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), berupa penugasan kepada mahasiswa oleh dosen pengampu mata kuliah. Tugas yang diberikan adalah membuat paper sesuai dengan tema mata kuliah yang ditempuh. Untuk menilai prestasi mahasiswa dalam kegiatan
akademik digunakan penilaian sebagai berikut:

  1. Penilaian hasil ujian satu mata kuliah dilakukan masing-masing dosen dengan menyerahkan nilai angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  2. Nilai  akhir  bagi  matakuliah  yang  diasuh  oleh  lebih  dari  satu  dosen digabungkan oleh dosen koordinatornya.
  3. Nilai Akhir (NA) mata kuliah adalah nilai yang diperoleh dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS).
  4. Dosen pengajar harus menyerahkan nilai dalam batas waktu yang ditentukan oleh KPS. Apabila sampai batas waktu dimaksud nilai belum diserahkan, KPS dapat mengambil alih nilai dengan memberikan nilai B kepada mahasiswa peserta mata kuliah tersebut.
  5. Penghitungan nilai akhir:

    Penghitungan-Nilai-Akhir.png

  6. Nilai Akhir dikonversi dengan berpedoman pada tabel berikut:

    Nilai-Akhir.png

Evaluasi Studi Mahasiswa

Evaluasi studi mahasiswa dilakukan seperti berikut:

  1. Mahasiswa yang pada akhir semester I belum mencapai Indek Prestasi (IP) minimum 3,0 untuk 12 sks akan diberi peringatan;
  2. Mata kuliah yang memperoleh nilai D wajib diulang dan nilai C dapat diulang dan dilaksanakan pada semester berikutnya. Mata kuliah yang diulang hanya dapat dilakukan satu kali dan hasil nilai tertinggi ujian mata kuliah yang diulang adalah B.
  3. Mahasiswa yang pada akhir semester kedua telah mencapai IPK 3.00 untuk 22 sks, dapat mengajukan ujian kualifikasi.

Ujian Kualifikasi

  1. Paling lama 3 (tiga) bulan setelah memperoleh 22 sks dengan IPK minimal 3,0 dan tanpa nilai C, D dan E mahasiswa mengajukan usul ujian kualifikasi.
  2. Ujian kualifikasi adalah ujian untuk menilai kemampuan dan kelayakan keberlanjutan studi mahasiswa, dengan berdasar pada:
    • Penguasaan bidang filsafat ilmu dan filsafat hukum terkait dengan rancangan proposal.
    • Penguasaan asas hukum dan teori hukum terkait dengan rancangan proposal.
    • Penguasaan dasar keilmuan bidang ilmu hukum minat mahasiswa.
    • Penguasaan Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah Hukum.
  3. Ujian kualifikasi dilaksanakan secara lisan dengan 3 (tiga) orang penguji yang relevan dengan bidang keilmuan sesuai materi rancangan proposal penelitian mahasiswa. Tim penguji ujian kualifikasi ditunjuk oleh Ketua Program Doktor Ilmu Hukum dan ditetapkan oleh Dekan.
  4. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  5. Nilai lulus ujian kualifikasi minimal 69 (enam puluh sembilan) setara B;
  6. Apabila tidak lulus ujian kualifikasi, maka mahasiswa diberi kesempatan menempuh ujian kualifikasi ulang.Ujian kualifikasi ulang diselenggarakan minimal 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan setelah ujian pertama.
  7. Mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian kualifikasi ulang dinyatakan tidak mampu dan dinyatakan gagal melanjutkan studi pada Program Studi Doktor Ilmu Hukum.
  8. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Kualifikasi.

Ujian Proposal Penelitian Disertasi

  1. Ujian Proposal Penelitian Disertasi dilaksanakan paling cepat 2 (dua) bulan setelah mahasiswa lulus ujian kualifikasi dan paling lama 4 (empat) bulan setelah Ujian Kualifikasi.
  2. Sebelum Ujian Proposal Penelitian Disertasi dilakukan, diselenggarakan terlebih dahulu Sidang Komisi Promotor dengan mahasiswa untuk memberikan evaluasi dan kelayakan
    naskah proposal penelitian yang akan diujikan.
  3. Tim Penguji proposal disertasi terdiri atas Komisi Promotor ditambah paling sedikit 3 (tiga) orang penguji yang ditunjuk oleh promotor dengan persetujuan Ketua Program Doktor Ilmu Hukum.
  4. Ujian Proposal Penelitian Disertasi dipimpin oleh Promotor atau Ko Promotor.
  5. Ujian Proposal Penelitian Disertasi dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh promotor, ko-promotor, dan sekurangkurangnya 3 (tiga) orang penguji. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  6. Nilai lulus Ujian Proposal Penelitian Disertasi minimal 69 (enam puluh sembilan) setara B.
  7. Mahasiswa yang tidak lulus ujian proposal penelitian diberi kesempatan menempuh ujian ulang sekali lagi. Ujian Proposal ulang diselenggarakan minimal 1(satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan setelah ujian pertama.
  8. Mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian ulang, dianggap tidak mampu dan dinyatakan gagal melanjutkan studi pada Program Doktor.
  9. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Proposal Penelitian Disertasi.
  10. Mahasiswa yang tidak menempuh ujian proposal penelitian disertasi dalam waktu 4 (empat) bulan setelah lulus ujian kualifikasi wajib menempuh ujian kualifikasi ulang.

Seminar Hasil Penelitian Disertasi

Setelah lulus Ujian Proposal Penelitian mahasiswa memasuki tahap Seminar Hasil Penelitian. Seminar Hasil Penelitian dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Seminar Hasil Penelitian Disertasi dilaksanakan paling cepat 4 (empat) bulan dan paling lambat(1) tahun setelah tanggal mahasiswa lulus ujian proposal disertasi.
  2. Bahan Seminar Hasil Penelitian adalah hasil penelitian disertasi yang selanjutnya akan dimuat dalam jurnal sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  3. Naskah hasil penelitian disertasi yang akan diujikan dalam Seminar Hasil Penelitian harus mendapat persetujuan Promotor dan Ko-Promotor.
  4. Seminar Hasil Penelitian dipimpin oleh Promotor atau KoPromotor.
  5. Seminar Hasil Penelitian dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh Promotor dan Ko-Promotor.
  6. Seminar Hasil Penelitian dihadiri minimal 10 (sepuluh) mahasiswa.
  7. Masing-masing Promotor memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  8. Nilai lulus Seminar Hasil Penelitian minimal 69 (enam puluh sembilan) setara B.
  9. Hasil Seminar dituangkan dalam Berita Acara Seminar Hasil Penelitian Disertasi.
  10. Di antara waktu Seminar Hasil Penelitian dan Ujian Tertutup mahasiswa harus membuat naskah untuk jurnal internasional terindeks scopus dan telah dikirimkan dengan syarat mencantumkan nama promotor atau ko-promotor sebagai penulis utama.
  11. Mahasiswa yang tidak menempuh seminar hasil penelitian dalam waktu 1 (satu) tahun setelah lulus ujian proposal penelitian disertasi wajib menempuh ujian proposal ulang.

Sidang Komisi

Sidang Komisi adalah sidang untuk mempertemukan Promotor dan Ko-Promotor dengan mahasiswa dalam rangka menyamakan persepsi dan pemahaman, mendiskusikan dan menilai kelayakan ilmiah naskah. Sidang Komisi dilakukan untuk membahas:

  1. Naskah proposal penelitian untuk persiapan Ujian Proposal  Penelitian Disertasi.
  2. Naskah disertasi yang dipersiapkan untuk Ujian Kelayakan
    Disertasi.

Apabila diperlukan, tim promotor dapat mengusulkan pelaksanaan Sidang Komisi untuk tahap seminar hasil dan ujian disertasi atau ujian terbuka, kepada KPS Doktor Ilmu Hukum.

Ujian Tertutup atau Ujian Kelayakan Disertasi

  1. Dilaksanakan paling cepat 1 (satu) bulan dan paling lambat  6 (enam) bulan setelah pelaksanaan Seminar Hasil Penelitian.
  2. Tim Penguji terdiri atas Promotor dan ko-promotor ditambah paling sedikit 3 (tiga) orang penguji yang ditunjuk oleh promotor dengan persetujuan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum.
  3. Ujian Tertutup dipimpin oleh Promotor atau Ko-Promotor.
  4. Ujian Tertutup dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh Promotor dan Ko-Promotor dengan minimal 3 (tiga) orang penguji. Salah satu penguji harus berasal dari luar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan dari luar instansi peserta ujian proposal yang mempunyai keahlian sesuai dengan isi disertasi.
  5. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Tertutup.
  6. Mahasiswa yang tidak menempuh ujian tertutup disertasi dalam waktu 6 (enam) bulan dari saat pelaksanaan seminar hasil penelitian wajib menempuh seminar hasil penelitian
    ulang.

Ujian Disertasi

  1. Ujian Disertasi dilaksanakan paling cepat 1 (satu) bulan dan  paling lambat 6 (enam) bulan setelah mahasiswa lulus Ujian Tertutup disertasi.
  2. Ujian Disertasi dipimpin oleh Promotor atau oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum.
  3. Ujian disertasi harus dihadiri oleh promotor dan ko-promotor, serta dihadiri oleh sekurang-kurangnya 4 penguji. Salah satu penguji harus berasal dari luar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan dari luar instansi peserta Ujian Akhir Disertasi yang mempunyai keahlian sesuai dengan isi disertasi.
  4. Mahasiswa yang tidak menempuh ujian akhir atau ujian terbuka disertasi dalam waktu 6 (enam) bulan setelah lulus ujian tertutup disertasi wajib menempuh ujian tertutup ulang.
  5. Untuk dapat mengikuti Ujian Disertasi atau Ujian Terbuka Disertasi mahasiswa wajib mempunyai paling sedikit satu artikel ilmiah yang telah diterbitkan atau diterima untuk
    diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Internasional terindeks Scopus, Thompshon Reuter, Microsoft Academic Research, dan jurnal lain yang ditetapkan dan diumumkan oleh Universitas Brawijaya.
  6. Atas persetujuan majelis dosen penguji yang terdiri atas promotor, ko-promotor dan dosen penguji pada Ujian Tertutup, mahasiswa dapat dinyatakan memperoleh nilai Ujian
    Akhir Disertasi “A” atau paling rendah nilai angka 85 (delapan puluh lima) tanpa Ujian Disertasi atau Ujian Terbuka Disertasi apabila memiliki paling sedikit dua artikel ilmiah yang telah diterbitkan atau diterima untuk diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang salah satunya terindeks Scopus dan dinyatakan layak oleh tim penilai.
  7. Tenggang waktu diterbitkannya atau diterima untuk diterbitkannya dua jurnal ilmiah sebagaimana disebutkan dalam huruf f adalah 6 (enam) bulan terhitung mahasiswa
    menempuh ujian tertutup disertasi dan dinyatakan lulus.