PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI DOKTOR ILMU HUKUM

A. PENERIMAAN MAHASISWA

1.  Persyaratan Pendaftaran Mahasiswa Baru

a.  Persyaratan akademik:

1)  Memiliki  ijasah  Sarjana  Hukum,  Sarjana  Ilmu  Kepolisian,  Sarjana Hukum  Militer,  Sarjana  Pendidikan  Kewarganegaraan,  dan  Sarjana Hukum Agama, dari program studi yang terakreditasi BAN PT dengan nilai minimal C.

2)  Memiliki   Ijazah   Magister   dari   Program   Studi   Magister   yang terakreditasi BAN PT dengan nilai minimal C.

3)  Memiliki IPK minimal 3,00 (pada skala 0-4).

4)  Memiliki sertifikat IB TOEFL dengan skor minimal 500.

5)  Memiliki  sertifikat  Tes  Potensi  Akademik (TPA)  OTO  –  BAPPENAS dengan skor minimal 400.

6)  Menyerahkan   2  (dua)  karya  ilmiah   (Artikel  dalam  Jurnal,  buku, Working Paper atau sejenis).

7)  Menyerahkan draft proposal penelitian disertasi

b. Persyaratan administratif:

1)  Formulir pendaftaran yang telah diisi dan ditandatangani;

2)  Foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 4 (empat) lembar;

3)  Salinan ijazah Sarjana  (S1) dan Magister  (S2) yang telah disahkan/dilegalisasi;

4)  Salinan  daftar  nilai  Sarjana    (S1)  dan  Magister   (S2)  yang  telah dilegalisasi;

5)  Salinan status akreditasi Program Studi Magister asal;

6)  Surat  rekomendasi  dari  tiga  orang  pakar  dibidangnya/pimpinan tentang kelayakan kemampuan akademik pelamar;

7)  Daftar riwayat hidup;

8)  Surat keterangan sehat dari dokter (termasuk bebas narkoba);.

9)  Surat  ijin  dari  atasan,  jika  pelamar  telah  bekerja  bahwa  yang bersangkutan dibebaskan dari tugas-tugas instansi.

10) Surat keterangan tentang sumber dana dan/atau penanggungjawab dana studi;

11) Salinan sertifikat Tes Pengembangan Akademik OTO BAPPENAS;

12) Salinan sertifikat IB TOEFL;

13) Bukti pembayaran biaya pendaftaran dari bank yang ditunjuk; dan

14) Karya ilmiah setelah lulus Magister  (S2)  (buku, artikel dalam jurnal,
working paper, laporan penelitian, dll.).

Untuk persyaratan angka 3 sampai dengan angka 13 dilampirkan masingmasing rangkap 3 (tiga).

2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru

Seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan oleh Tim yang dibentuk oleh Dekan  dengan  mempertimbangkan  kelengkapan  persyaratan  yang  harus dipenuhi  oleh  calon  mahasiswa  dan  hasil  test  wawancara.  Keputusan penerimaan mahasiswa baru dibuat dalam rapat Tim seleksi yang dipimpin oleh Dekan.

Hasil  seleksi  penerimaan  calon  mahasiswa  ditetapkan  dengan  keputusan rektor  dan  diumumkan  melalui  papan  pengumuman  fakultas  dan  dapat diakses melalui laman Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

3. Program Pengayaan Materi (PPM) Mahasiswa Baru

Program Pengayaan Materi (PPM) adalah kegiatan dalam bentuk tatap muka mahasiswa baru sebelum masuk perkuliahan. Tujuan dari PPM adalah untuk penguasaan  dan  pengayaan  materi  sekaligus  penyegaran  beberapa  mata kuliah dasar ilmu hukum. PPM wajib diikuti oleh mahasiswa baru.

4. Biaya Studi

Biaya Studi terdiri dari:

a.   Program Pengayaan Materi (PPM).

b.  Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) per semester.

c.   Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan  (SPFP)  (sekali dibayar pada   semester I).

d.  Orientasi   Pendidikan      (Ordik),   Perpustakaan,   Layanan   Teknologi

      Informasi, dan Jaket Almamater.

5.  Pendaftaran Ulang Calon Mahasiswa Baru dan Kartu Rencana Studi

a.  Calon mahasiswa harus melakukan daftar ulang sendiri.

b.  Mengisi formulir daftar ulang.

c.  Menunjukkan bukti pembayaran SPP dan SPFP.

d.  Menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 (4 lembar).

e.  Mengisi Kartu Rencana Studi (KRS).

f.  Memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan oleh Program Doktor Ilmu Hukum.

B. PELAKSANAAN PERKULIAHAN

1.  Beban studi dan masa studi

a.  Beban Studi

      Beban studi adalah 52 sks yang terdiri dari:

1)  24 sks kegiatan perkuliahan yang meliputi:

a) 8 sks mata kuliah wajib universitas;

b)  10 sks mata kuliah wajib program studi;

c) 6 sks mata kuliah pilihan penunjang desertasi.

2)  28 sks kegiatan mandiri penyusunan disertasi.

Kegiatan  perkuliahan  dilaksanakan  dalam  waktu     2 (dua)  semester.

Setelah mengikuti dan lulus perkuliahan, mahasiswa dapat mengajukan ujian kualifikasi yang dilanjutkan dengan tahapan penyusunan disertasi.

b.  Masa Studi

     Masa studi Program Studi Doktor Ilmu Hukum adalah 6 (enam) semester sampai selama-lamanya 10 (sepuluh) semester dengan   tahapan-tahapan studi sebagai berikut :

1)  Perkuliahan Reguler

2)  Ujian Kualifikasi

3)  Sidang Komisi Promotor untuk Ujian Proposal

4)  Ujian Proposal Penelitian Disertasi

5)  Seminar Hasil Penelitian Disertasi

6)  Sidang Komisi Promotor untuk Ujian Tertutup

7)  Ujian Tertutup

8)  Ujian Akhir Disertasi/terbuka.

Bagi mahasiswa yang memiliki 2 (dua) artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional, yang bersangkutan tidak perlu melalui tahapan ujian terbuka.

2.  Cuti Akademik

Mahasiswa  dapat  mengajukan  cuti  akademik  dengan  ketentuan  sebagai berikut:

a. Persyaratan Cuti Akademik

1)  Mahasiswa harus telah menempuh semester 1 (satu).

2) Cuti  akademik  paling  lama     2   (dua)  semester  dan  tidak  dapat dilakukan secara berturut-turut.

3)  Jangka waktu cuti akademik tidak diperhitungkan sebagai masa studi.

4)  Tidak   termasuk   cuti   akademik   adalah   mahasiswa   yang   tidak melakukan daftar ulang.

b. Alasan Cuti akademik

1)  Gangguan  kesehatan/sakit dalam waktu yang lama, sehingga tidak memungkinkan mengikuti perkuliahan; atau

2)  Melahirkan; atau

3)  Pindah  tempat  tinggal  yang  tidak  memungkinkan  untuk  mengikuti perkuliahan.

c. Tata Cara Pengajuan Cuti Akademik

Permohonan cuti akademik diajukan secara tertulis kepada Rektor dengan disertai alasan-alasan tersebut di atas, diketahui oleh Dekan dan orang tua/wali/instansi   mahasiswa   yang   bersangkutan.   Permohonan   cuti akademik  diajukan  paling  lambat 1 (satu)  minggu  sejak  penutupan registrasi akademik.

3.  Perpanjangan masa studi

Perpanjangan  masa  studi  diajukan  kepada  Rektor  secara  tertulis  dengan persetujuan Promotor untuk selama-lamanya 2 (dua) semester.

C. DOSEN PENGAJAR

1.  Persyaratan  dosen  pengajar  Program  Studi  Doktor  Ilmu  Hukum  adalah Dosen Fakultas Hukum yang kualifikasi:

a.  Menyandang jabatan akademik Guru Besar (Profesor); atau

b.  Bergelar Doktor dengan jabatan minimal Lektor.

2.  Dosen pengajar ditetapkan oleh Dekan berdasarkan usulan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum.

D. KOMISI PROMOTOR

1.  Komisi Promotor

Komisi  Promotor  terdiri  atas  seorang  Promotor  dan  satu  atau  dua  KoPromotor. Promotor dan  Ko-Promotor harus  memenuhi  kualifikasi sebagai berikut:

a.  Promotor menyandang jabatan Guru Besar dan bergelar Doktor.

b.  Ko-Promotor  menyandang  jabatan  Guru  Besar  atau  minimal  bergelar Doktor dengan jabatan Lektor.

c.  Memiliki keahlian sesuai dengan substansi disertasi yang akan disusun mahasiswa.

d.  Tim promotor dapat berasal dari Perguruan Tinggi atau instansi lain yang memenuhi syarat, dengan ketentuan paling sedikit seorang anggota Tim Promotor (Promotor atau salah satu Ko-Promotor) berasal dari Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

2.  Prosedur Pembentukan Komisi Promotor

a.  Komisi Promotor yang terdiri atas  1  (satu)  Promotor dan  2  (dua) Ko- Promotor, ditetapkan setelah mahasiswa lulus Ujian Kualifikasi.

b.  Penetapan Promotor dilaksanakan dengan tata cara sebagai berikut:

 1)  Mahasiswa  mengusulkan   3  (tiga)  orang  calon  Promotor  dan  Ko-Promotor yang keahliannya sesuai dengan rencana disertasi kepada Ketua Program.

2)  Berdasarkan butir  (1) Ketua Program mengadakan rapat konsultasi dan koordinasi dengan Dekan.

3)  Dekan Fakultas Hukum membuat Keputusan Penetapan Promotor dan Ko-Promotor.

3. Tugas Komisi Promotor

a.  Memberikan   arahan   dan   saran   kepada   mahasiswa  dalam   proses penyusunan    proposal    penelitian    disertasi,    melakukan   supervisi pelaksanaan penelitian disertasi, membimbing proses analisis data dan interpretasinya,  membimbing  penulisan  artikel  untuk  publikasi  ilmiah, membimbing   penulisan   naskah   disertasi,   dan   bertanggungjawab terhadap kecukupan kualitas ilmiah disertasi mahasiswa.

b.  Memberikan evaluasi dan pernyataan layak terhadap  usulan penelitian disertasi, pelaksanaan penelitian, penulisan artikel untuk publikasi ilmiah, penulisan naskah disertasi dan ujian disertasi.

c.  Bertanggung jawab terhadap proses  kegiatan  dan  waktu penyelesaian studi mahasiswa sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

4. Perubahan Komisi Promotor

a.  Perubahan  komisi  promotor  dapat  dilakukan  dengan  alasan  sebagai berikut:

1)  Perubahan topik/judul disertasi.

2)  Promotor dan/atau ko-promotor mengundurkan diri.

3)  Promotor dan/atau ko-promotor tidak dapat melaksanakan tugas.

4)  Terjadi   ketidaksesuaian   antara   Promovendus   dengan   Promotor
dan/atau ko-promotor atau antara promotor dengan ko-promotor.

b.  Perubahan   Promotor   dan/atau   Ko   Promotor   dilakukan   setelah promovendus    memperoleh    persetujuan    tertulis    dari Promotor sebelumnya dan Ketua Program.

c.  Komisi Promotor yang baru ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan atas usulan Ketua Program Studi.

E. EVALUASI KEBERHASILAN STUDI

1.  Penilaian

Penilaian keberhasilan studi mahasiswa ditentukan sebagai berikut:

a.  Penilaian  hasil  ujian  satu  mata  kuliah  dilakukan  masing-masing  dosen dengan menyerahkan nilai angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).

b.  Nilai  akhir  bagi  matakuliah  yang  diasuh  oleh  lebih  dari  satu  dosen digabungkan oleh dosen koordinatornya.

c. Nilai Akhir  (NA) mata kuliah adalah nilai yang diperoleh dari nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS).

d. Dosen  pengajar  harus  menyerahkan  nilai  dalam  batas  waktu  yang ditentukan oleh KPS. Apabila sampai batas waktu dimaksud nilai belum diserahkan, KPS dapat mengambil alih nilai dengan memberikan nilai B kepada mahasiswa peserta mata kuliah tersebut.

e. Penghitungan nilai akhir:

Nilai UTS + Nilai UAS

NA = ————————————

2

f.   Nilai  Akhir  selanjutnya  dikonversi  dengan  berpedoman  pada  tabel berikut:

NILAI AKHIR

HURUF MUTU

ANGKA MUTU

PREDIKAT

>80 – 100

A

4

Sangat Baik

>75 – 80

B+

3,5

Lebih Baik

>69 – 75

B

3

Baik

>60 – 69

C+

2,5

Lebih Dari Cukup

>55 – 60

C

2

Cukup

>50 – 55

D+

1,5

Lebih Dari Kurang

>44 – 50

D

1

Kurang

00 – 44

E

0

Gagal

2.  Evaluasi Studi Mahasiswa

Evaluasi studi mahasiswa ditentukan sebagai berikut:

a.  Mahasiswa  yang  pada  akhir  semester  pertama  belum  mencapai  IP minimum 3,0 untuk 12 sks akan diberi peringatan.

b.  Mata kuliah yang memperoleh nilai D wajib diulang dan nilai C dapat diulang dan dilaksanakan pada semester berikutnya. Mata kuliah yang diulang  hanya  dapat  dilakukan  satu  kali  dan  hasil  nilai  tertinggi  ujian mata kuliah yang diulang adalah B.

c.  Mahasiswa yang pada akhir semester kedua telah mencapai IPK   3.00 untuk 22 sks, dapat mengajukan ujian kualifikasi.

3.  Ujian Kualifikasi

a.  Paling  lama   3  (tiga)  bulan  setelah  memperoleh   22  sks  dengan  IPK minimal 3,0 mahasiswa mengajukan usulan ujian kualifikasi.

b.  Ujian kualifikasi adalah ujian untuk menilai kemampuan dan kelayakan keberlanjutan studi mahasiswa, dengan berdasar pada:

1)  Penguasaan bidang filsafat ilmu dan filsafat hukum terkait dengan rancangan proposal;

2)  Penguasaan asas hukum dan teori hukum p style=”padding-left: 60px;”>a.  Ujian  Proposal  Penelitian  Disertasi  dilaksanakan  paling  lama  3  (tiga) bulan setelah Ujian Kualifikasi.

b. Sebelum Ujian Proposal Penelitian Disertasi dilakukan, diselenggarakan  terlebih  dahulu  Sidang  Komisi  Promotor  dengan  mahasiswa  untuk memberikan  evaluasi  dan  kelayakan  naskah  proposal  penelitian  yang akan diujikan.

c. Tim Penguji terdiri dari Komisi Promotor ditambah paling sedikit 3 (tiga) orang penguji yang ditunjuk oleh promotor dengan persetujuan Ketua Program.

d.  Ujian  Proposal  Penelitian  Disertasi  dipimpin  oleh  Promotor  atau  Ko-Promotor.

e. Ujian  Proposal  Penelitian  Disertasi  dapat  dilaksanakan  apabila  dihadiri  oleh Promotor dan Ko-Promotor dengan minimal 2 (dua) orang penguji.

f.   Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100  (nol sampai dengan seratus).

g.  Nilai lulus  Ujian  Proposal  Penelitian  Disertasi  minimal  69  (enam puluh sembilan) setara B;

h. Mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian proposal  penelitian ini, diberi  kesempatan  menempuh  ujian  ulang  sekali  lagi.  Ujian  Proposal  ulang diselenggarakan minimal satu bulan setelah ujian pertama.

i.   Tim  penguji  Ujian  Proposal  ulang  adalah  tim  penguji  Ujian  Proposal pertama.

j.  Mahasiswa yang tidak lulus dalam ujian ulang, dianggap tidak mampu dan dinyatakan gagal melanjutkan studi pada Program Doktor.

k.  Hasil  ujian  dituangkan  dalam  Berita  Acara  Ujian  Proposal  Penelitian Disertasi.

4. Seminar Hasil Penelitian

Setelah  lulus  Ujian  Proposal  Penelitian  mahasiswa  memasuki  tahapan Seminar  Hasil  Penelitian.  Seminar  Hasil  Penelitian  dilaksanakan  dengan ketentuan sebagai berikut:

a.  Bahan  Seminar  Hasil  Penelitian  adalah  naskah  disertasi  dan  naskah
artikel  yang  selanjutnya  akan  dimuat  dalam  jurnal  sesuai  dengan
persyaratan yang telah ditentukan.

b.  Naskah  disertasi  dan  artikel  yang  akan  diujikan  dalam  Seminar  Hasil
Penelitian harus mendapat persetujuan Promotor dan Ko-Promotor.

c.  Seminar Hasil Penelitian dipimpin oleh Promotor atau Ko-Promotor,

d.  Seminar  Hasil  Penelitian  dapat  dilaksanakan  apabila  dihadiri  oleh
Promotor dan Ko-Promotor

e.  Seminar Hasil Penelitian   dihadiri   minimal 10 (sepuluh) mahasiswa.

f.  Masing-masing Promotor memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-
100 (nol sampai dengan seratus).

g.  Nilai lulus Seminar Hasil Penelitian minimal  69  (enam puluh sembilan)
setara B;

h.  Hasil Seminar dituangkan dalam Berita Acara Seminar Hasil Penelitian
Disertasi.

 5. Ujian Tertutup

Sebelum Ujian Tertutup Disertasi, terlebih dahulu diselenggarakan Sidang  Komisi   Promotor   dengan   mahasiswa   untuk   memberikan   evaluasi  pelaksanaan penelitian, penulisan disertasi, dan kelayakan naskah disertasi  yang akan diujikan. Ujian Tertutup dilaksanakan dengan ketentuan sebagai  berikut:

a.  Dilaksanakan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah Seminar Hasil Penelitian.

b.  Tim Penguji terdiri dari Komisi Promotor ditambah paling sedikit 3 (tiga) orang penguji yang ditunjuk oleh promotor dengan persetujuan Ketua Program.

c.  Dipimpin oleh Promotor atau Ko-Promotor.

d.  Ujian Tertutup dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh Promotor dan Ko-Promotor dengan minimal 3 (tiga) orang penguji.

e.  Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Tertutup.

6. Ujian Akhir Disertasi

 Ujian Akhir Disertasi dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a.  Ujian Akhir Disertasi dilaksanakan selambat-lambatnya  6  (enam) bulan setelah Ujian Tertutup.

b.  Ujian Akhir Disertasi dipimpin oleh Promotor dan  dihadiri Ko-Promotor ditambah 4 (empat) orang penguji, dan 1 (satu) diantaranya berasal dari luar  Universitas  Brawijaya  yang  mempunyai  keahlian  dalam  bidang sesuai dengan isi disertasi.

c.  Ujian Akhir Disertasi dapat dilaksanakan apabila dihadiri Promotor, Ko-Promotor  dan  minimal  dihadiri     3   (tiga)  orang  penguji,    1   (satu) diantaranya  berasal  dari  luar  Universitas  Brawijaya  yang  mempunyai keahlian dalam bidang sesuai dengan isi disertasi.

7. Sidang Komisi

Sidang  Komisi  adalah  sidang  untuk  mempertemukan  Promotor  dan  KoPromotor  dengan  mahasiswa  dalam  rangka  menyamakan  persepsi  dan pemahaman, mendiskusikan dan menilai kelayakan ilmiah  naskah. Sidang Komisi dilakukan untuk membahas:

a.  Naskah  proposal  penelitian  untuk  persiapan  Ujian  Proposal  Penelitian Disertasi.

b.  Naskah disertasi yang dipersiapkan untuk Ujian Tertutup.

 Apabila diperlukan, tim promotor dapat mengusulkan pelaksanaan Sidang Komisi untuk tahapan seminar hasil dan ujian terbuka, kepada KPS Doktor Ilmu Hukum.

8. Nilai Disertasi

a.  Nilai Disertasi merupakan rerata dari komponen penilaian sesuai dengan bobot sks masing masing tahapan sebagai berikut:

1)  Nilai Ujian Proposal Penelitian dengan bobot 4 sks, merupakan rerata dari jumlah nilai yang diberikan oleh penguji.

2)  Nilai  Seminar  Hasil  Penelitian  merupakan  nilai  dari  naskah  artikel ilmiah dan proses seminar hasil penelitian dengan bobot 8 sks, yang merupakan rerata dari jumlah nilai yang diberikan oleh Pembimbing I dan II.

3)  Nilai  Ujian  Tertutup  merupakan  penilaian  terhadap  pelaksanaan penelitian,  penulisan  disertasi,  dan  proses  ujian  tertutup,  dengan bobot 12 sks, yang diperoleh dari rerata jumlah nilai yang diberikan oleh penguji disertasi.

4)  Nilai Ujian Terbuka Disertasi merupakan penilaian terhadap proses Ujian Terbuka dengan bobot 4 sks, yang diperoleh dari rerata jumlah nilai yang diberikan oleh penguji disertasi.

5)  Dalam  hal  calon  doktor  telah  memiliki  2  (dua)  atau  lebih  artikel ilmiah  yang  dipublikasikan  dalam  jurnal  ilmiah  internasional,  yang bersangkutan  tidak  perlu  melalui  tahapan  ujian  terbuka.  Artikel ilmiah dalam jurnal internasional dimaksud menjadi pengganti ujian terbuka dengan bobot 4 sks dan nilai A.

b. Penentuan Nilai Akhir Disertasi dilakukan dengan rumus sebagai berikut :

Keterangan:

A: Nilai Ujian Proposal

B: Nilai Seminar Hasil Penelitian C: Nilai Ujian Tertutup

D: Nilai Ujian Terbuka/Artkel Ilmiah

9. Syarat Kelulusan

Mahasiswa dinyatakan lulus apabila telah menempuh sekurang-kurangnya  52 sks  (24 sks kegiatan perkuliahan terstruktur dan  28 kegiatan mandiri  penyusunan disertasi) dan IPK mahasiswa mencapai minimal  3,00 tanpa  nilai C.

Naskah artikel jurnal dalam bahasa Inggris yang telah diujikan diserahkan kepada PSIK Fakultas Hukum Universitas Brawijaya untuk diunggah dalam student e-jounal.

10. Predikat Kelulusan

Gelar   doktor   diberikan   kepada   calon   doktor    (promovendus)   yang

dinyatakan  lulus  dalam  ujian  akhir  disertasi.  Kriteria  predikat  kelulusan doktor adalah sebagai berikut:

a.  Lulus predikat Dengan Pujian:

1)  IPK minimal 3,75   tanpa nilai C.

2)  Lama studi maksimal 8 (delapan) semester.

3)  Nilai disertasi A.

4)  Telah memublikasikan hasil penelitian disertasi lebih dari satu judul artikel di jurnal internasional (dibuktikan dengan surat penerimaan artikel untuk dipublikasikan pada jurnal internasional.

b.   Lulus predikat Sangat Memuaskan apabila:

1)   IPK 3,50 – 3,74.

2)   IPK  minimal    3.75  namun  tidak  memenuhi  persyaratan  untuk menerima predikat Dengan Pujian.

c.   Lulus predikat Memuaskan, apabila mempunyai IPK 3.00 – 3.49.

F. SYARAT MAHASISWA PINDAHAN

1. Syarat-syarat Mahasiswa Pindahan:

1.  Berasal  dari  Program  Studi  Doktor  Ilmu  Hukum  terakreditasi  B  di Perguruan Tinggi Negeri.

2.  Telah mengikuti pendidikan secara terus-menerus sekurang-kurangnya 1 (satu) semester dengan capaian sekurang-kurangnya 6 (enam) sks dan setinggi-tingginya 5  (lima)  semester  dengan  IPK  sekurang-kurangnya 3,00.

3.  Bukan  putus  studi     (drop  out)  karena  tidak  memenuhi  ketentuan akademik Perguruan Tinggi asal.

4.  Tidak pernah mendapat sanksi akademik dari Perguruan Tinggi asal.

5.  Memperoleh  persetujuan  pindah  dari  program  studi  Perguruan  Tinggi  asal.

6.  Masa studi mahasiswa pindahan  dihitung sejak  terdaftar di Perguruan Tinggi penyelenggara program pascasarjana asal.

7.  Mahasiswa  pindahan  yang  diterima  wajib  membayar  biaya  pendidikan sebagaimana  mahasiswa  baru  serta  memenuhi  ketentuan  lain  yang ditetapkan oleh Dekan.

8.  Nilai dari Perguruan Tinggi asal yang dapat dikonversi adalah nilai mata kuliah  yang  sejenis  dengan  mata  kuliah  Program  Pascasarjana  Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dengan nilai minimal B.

2. Tata Cara Mengajukan Permohonan Pindah:

a.  Surat  permohonan  pindah  ditujukan  secara  tertulis  kepada  Rektor Universitas Brawijaya dengan tembusan kepada Dekan Fakultas Hukum.

b.  Surat permohonan tersebut harus dilampiri:

1)  Daftar nilai asli yang diperoleh dari program pascasarjana Perguruan Tinggi asal lengkap dengan IPK-nya.

2)  Surat pindah dari program pascasarjana perguruan tinggi asal.

3)  Salinan akreditasi Perguruan Tinggi asal.

4)  Persetujuan atasan bagi yang sudah bekerja.

5)  Surat  Keterangan  tidak  pernah  melakukan  pelanggaran  peraturan program pascasarjana perguruan tinggi asal.

c.  Surat permohonan pindah harus diterima Rektor Universitas Brawijaya paling lambat 2 (dua) bulan sebelum kuliah tahun akademik baru dimulai.

3. Keputusan Penerimaan Mahasiswa Pindahan

Keputusan penerimaan mahasiswa pindahan ditetapkan dengan Keputusan Rektor.

G. SANKSI AKADEMIK

Sanksi akademik dijatuhkan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran ketentuan akademik sebagai berikut:

1.  Mahasiswa  yang  tidak  daftar  ulang  pada  awal  semester  dianggap mengundurkan diri.

2. Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan kurang dari 80% tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, tidak diperbolehkan menempuh ujian akhir semester untuk mata kuliah yang bersangkutan.

3. Mahasiswa yang curang dalam ujian, dijatuhi  sanksi  berupa pembatalan seluruh mata kuliah yang diprogramkan pada semester berjalan.

4.  Mahasiswa  yang  melakukan  perubahan  KRS,  dijatuhi  sanksi  berupa pembatalan   KRS   untuk   semua   mata   kuliah   dalam   semester   yang bersangkutan.

5. Mahasiswa yang melakukan perubahan nilai 1 (satu) atau lebih mata kuliah secara  tidak  sah,  dijatuhi  sanksi  pembatalan  nilai  seluruh  mata  kuliah dalam semester yang bersangkutan.

6. Memalsu surat dan atau dokumen administratif/akademik yang berkaitan dengan penyelenggaraan program studi doktor ilmu hukum dijatuhi sanksi berupa skorsing paling lama  2  (dua) semester dan tidak diperhitungkan sebagai terminal.

7. Mahasiswa yang melakukan plagiat dalam penulisan disertasi dan diketahui sebelum, pada saat ataupun sesudah ujian disertasi, dijatuhi sanksi berupa pembatalan disertasi dan gelarnya.

8. Mahasiswa  yang  melakukan  pelanggaran-pelanggaran  tersebut  apabila didahului atau disertai ancaman kekerasan atau pemberian sesuatu atau janji atau tipu muslihat, dijatuhi sanksi berupa dikeluarkan dari Program Studi Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

H. KURIKULUM

1.  Mata Kuliah Wajib Universitas

NO

MATA KULIAH SKS

SEMESTER

1

Bahasa Inggris

2

I

2

Metode Penelitian Hukum dan Penulisan Karya Ilmiah Hukum

4

II

3

Ilmu Komputer dan Aplikasinya

2

III

 

Total

8

 

2.  Mata Kuliah Wajib Program Studi

NO

MATA KULIAH

SKS

SEMESTER

1

Filsafat Hukum

2

I

2

Teori Hukum

4

I

3

Hukum dan Konstitusi

2

I

4

Hukum dan Masyarakat

2

I

 TOTAL

10

3.   Mata Kuliah Pilihan Konsentrasi

Setiap mahasiswa memilih 2 Mata Kuliah sesuai dengan konsentrasi yang diminati dan rencana penulisan disertasi yang akan dilakukan.

NO

MATA KULIAH

SKS

SEMESTER

1

Politik Hukum

2

II

2

Hukum Agraria

2

II

3

Hukum Pidana dan Kriminologi

2

II

4

Hukum dan Ekonomi

2

II

5

Hukum dan Sumber Daya Alam

2

II

6

Hukum Tata Negara

2

II

7

Antropologi Hukum

2

II

8

Hukum Administrasi Negara

2

II

9

Hukum Internasional

2

II

10

Hukum Islam

2

II

11

Hukum Perburuhan

2

II

12

Hukum Perdata

2

II

13

Hukum Pertambangan

2

II

14

Hukum Antariksa

2

II

15

Hukum Kelautan

2

II

16

Hukum Perusahaan

2

II

17

Mata Kuliah lain dengan Persetujuan KPS

2

II

4.   Mata Kuliah Penunjang Disertasi (2 sks)

Mata  kuliah  ini  ditentukan  oleh  dan  dengan  persetujuan  Promotor  yang  ditempuh  di  semester  III  bersamaan  dengan  proses  penulisan  proposal  atau penelitian disertasi. Mata kuliah ini dapat ditempuh di program studi  lain.

5.   Disertasi

NO

KOMPONEN UJIAN DISERTASI

SKS

1

Ujian Proposal

4

2

Seminar Hasil Penelitian

8

3

Ujian Tertutup

12

4

Ujian Terbuka

4

Total

28