Pedoman Akademik

Beban Studi dan Masa Studi

Berdasarkan Pasal 87 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan penyelenggaraan pendidikan tinggi dilakukan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester. Penerapan Sistem Kredit Semester di lingkungan Universitas Brawijaya telah dilakukan sejak tahun 1976 berdasarkan Keputusan Rektor Nomor 22/SK/1976 dan Keputusan Rektor Nomor 111/SK/1996 tentang Kurikulum di Lingkungan Universitas Brawijaya.

Untuk Program Studi Magister Ilmu Hukum Beban studi yang dibebankan adalah 40 (empat puluh) sks terdiri atas:

  1. 7 (tujuh) sks mata kuliah Wajib Universitas;
  2. 13 (tiga belas) sks mata kuliah Wajib Program Studi;
  3. 4 (empat) sks mata kuliah Wajib Minat/Konsentrasi.
  4. 4 (empat) sks mata kuliah Pilihan Minat/Konsentrasi.
  5. 12 (dua belas) sks penelitian dan penyusunan Tesis.

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dalam waktu 3 (tiga) semester. Rancangan penelitian tesis dapat diajukan pada semester 2 (dua) yang dilanjutkan dengan penelitian pada semester 3 (tiga) dan/atau 4 (empat). Dengan demikian waktu penyelesaian studi adalah 4 (empat) semester dan paling lama delapan (delapan) semester.

Kelas Perbaikan

Bagi mahasiswa yang sudah menempuh 3 (tiga) semester, namun ada mata kuliah yang tidak lulus atau kurang, diberi kesempatan untuk mengikuti kelas perbaikan (remedy class) pada semester 4, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai mata kuliah yang diajukan untuk kelas perbaikan minimal D;
  2. Kelas perbaikan diselenggarakan paling sedikit 8 (delapan) kali tatap muka perkuliahan;
  3. Nilai kelas perbaikan maksimal B.
  4. Biaya penyelenggaraan kelas perbaikan ditetapkan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Dalam hal mahasiswa yang mengikuti kelas perbaikan tetap tidak lulus, yang bersangkutan harus mengulang di kelas reguler

Evaluasi Studi Mahasiswa

  1. Mahasiswa yang pada akhir semester I belum mencapai Indek Prestasi (IP)= 2,75 untuk 10 (sepuluh) SKS terbaik wajib memperbaiki;
  2. Mahasiswa yang pada akhir semester II belum mencapai IP= 2,75 untuk 18 SKS terbaik, maka yang bersangkutan dinyatakan gagal dan tidak diperkenankan melanjutkan studi;
  3. Mahasiswa pada akhir tahun akademik kedua harus sudah lulus semua mata kuliah Wajib Program;
  4. Mata kuliah yang mendapat nilai D wajib diulang dan mata kuliah yang mendapat nilai C boleh diulang. Pengulangan untuk mata kuliah yang tidak lulus hanya bisa dilakukan satu kali;
  5. Bagi mahasiswa yang sudah menempuh 3 (tiga) semester, namun ada mata kuliah yang tidak lulus (nilai E, D) atau lulus dengan nilai C, diberi kesempatan untuk mengikuti kuliah dan ujian perbaikan (remedy class) pada semester 4. Nilai dari kuliah dan ujian perbaikan maksimal B.
  6. Bagi mahasiswa yang telah menempuh minimum 20 SKS dengan IPK minimum 2,75 tanpa nilai D, maka yang bersangkutan dapat mengajukan proposal penelitian tesis dengan mengisi formulir yang telah disediakan;

Ujian Proposal Tesis

  1. Ujian Proposal dapat dilaksanakan setelah Proposal Tesis memperoleh persetujuan tertulis dari kedua pembimbing.
  2. Majelis Penguji Proposal Tesis terdiri dari 4 (empat) dosen yang diajukan mahasiswa dengan persetujuan Ketua Program.
  3. Ujian Proposal Tesis dapat diselenggarakan dengan dihadiri paling sedikit 3 (tiga) penguji.
  4. Ketua Majelis Penguji ujian Proposal Tesis adalah Pembimbing Utama tanpa memiliki hak substitusi.
  5. Apabila Pembimbing Utama berhalangan hadir, ujian dipimpin oleh Pembimbing Pendamping;
  6. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  7. Nilai lulus ujian proposal tesis minimal 69 (enam puluh sembilan) atau setara B dengan bobot 2 sks.
  8. Proposal tesis yang tidak memenuhi nilai kelulusan, harus diperbaiki dan diujikan kembali.
  9. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Proposal Penelitian Tesis.

Seminar Hasil Penelitian Tesis

  1. Sebelum Seminar hasil Penelitian dilangsungkan, hasil penelitian harus mendapat persetujuan dari kedua Pembimbing dan diketahui Ketua Program.
  2. Hasil penelitan tesis dibuat dalam format artikel ilmiah sebagai syarat mengikuti seminar hasil penelitian.
  3. Seminar Hasil Penelitian dihadiri oleh kedua Pembimbing dan minimal 10 (sepuluh) mahasiswa.
  4. Apabila dalam kondisi tertentu salah satu pembimbing berhalangan hadir, seminar dapat diselenggarakan dengan hanya dihadiri salah satu Pembimbing.
  5. Hasil Seminar menjadi bahan masukan untuk pengayaan substansi dalam penulisan naskah Tesis mahasiswa yang akan diujikan dalam Ujian Tesis.
  6. Penilaian Seminar Hasil Penelitian meliputi naskah artikel ilmiah dan proses seminar hasil. Pembimbing memberikan nilai hasil seminar berupa angka 0- 100 (nol sampai dengan seratus) dengan bobot 4 sks.
  7. Seminar hasil Penelitian dituangkan dalam Berita Acara.

Ujian Tesis

  1. Ujian dapat dilaksanakan setelah Tesis disetujui secara tertulis oleh kedua pembimbing.
  2. Majelis Penguji Tesis terdiri dari 4 (empat) dosen yang diajukan mahasiswa dengan persetujuan Ketua Program.
  3. Majelis Penguji Tesis ditetapkan dengan Keputusan Dekan atas usulan Ketua Program.
  4. Ujian Tesis bisa diselenggarakan dengan dihadiri paling sedikit 3 (tiga) penguji.
  5. Ketua Majelis Penguji adalah Pembimbing Utama tanpa memiliki hak substitusi.
  6. Apabila Pembimbing Utama berhalangan hadir, ujian dipimpin oleh Pembimbing Pendamping.
  7. Penilaian Ujian Tesis meliputi pelaksanaan penelitian, penulisan dan naskah tesis, serta penguasaan dan kemampuan mahasiswa mempertahankan tesisnya.
  8. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  9. Nilai lulus ujian tesis minimal 69 (enam puluh sembilan) setara B dengan bobot 6 sks.
  10. Tesis yang tidak memenuhi nilai kelulusan, harus diperbaiki dan dilakukan ujian ulang.
  11. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Tesis.