Pedoman Akademik

Beban Studi dan Masa Studi

Beban studi adalah 52 sks terdiri dari:

  1. 7 (tujuh) sks mata kuliah Wajib Universitas
  2. 33 (tiga puluh tiga) sks mata kuliah Wajib Program Studi.
  3. 12 (dua belas) sks Penyusunan Tesis.

Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dalam waktu 3 (tiga) semester. Rancangan penelitian tesis dapat diajukan pada semester 2 (dua) yang dilanjutkan dengan penelitian pada semester 3 (tiga) dan/atau 4 (empat). Dengan demikian  waktu penyelesaian studi  adalah 4 (empat) semester dan  paling  lama delapan (delapan) semester.

Kelas Perbaikan  

Bagi mahasiswa yang sudah menempuh 3 (tiga) semester, namun ada mata kuliah yang tidak lulus atau kurang, diberi kesempatan untuk mengikuti kelas perbaikan (remedy class) pada semester 4, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Nilai mata kuliah yang diajukan untuk kelas perbaikan minimal D;
  2. Kelas perbaikan diselenggarakan paling sedikit 8 (delapan) kali tatap muka perkuliahan;
  3. Nilai kelas perbaikan maksimal B.
  4. Biaya penyelenggaraan kelas perbaikan ditetapkan oleh Fakultas Hukum Universitas Brawijaya dan ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Dalam hal mahasiswa yang mengikuti kelas perbaikan tetap tidak lulus, yang bersangkutan harus mengulang di kelas reguler.

Evaluasi Studi Mahasiswa

Evaluasi studi mahasiswa dilakukan seperti berikut:

  1. Mahasiswa yang pada akhir semester I belum mencapai Indek Prestasi (IP)= 2,75 untuk 10 (sepuluh) SKS terbaik wajib memperbaiki;
  2. Mahasiswa yang pada akhir semester II belum mencapai IP= 2,75 untuk 18 SKS terbaik,  maka yang bersangkutan dinyatakan gagal dan tidak diperkenankan melanjutkan studi;
  3. Mahasiswa pada akhir tahun akademik kedua harus sudah lulus semua mata kuliah Wajib Program;
  4. Mata kuliah yang mendapat nilai D wajib diulang dan mata kuliah yang mendapat nilai C boleh diulang. Pengulangan untuk mata kuliah yang tidak lulus hanya bisa dilakukan  satu kali;
  5. Bagi mahasiswa yang sudah menempuh 3 (tiga) semester, namun ada mata kuliah yang tidak lulus (nilai E, D) atau lulus dengan nilai C, diberi kesempatan untuk mengikuti kuliah dan ujian perbaikan (remedy class) pada semester 4. Nilai dari kuliah dan ujian perbaikan maksimal B.
  6. Bagi mahasiswa yang telah menempuh minimum 25  SKS dengan IPK minimum 2,75 tanpa nilai D, maka yang bersangkutan dapat mengajukan proposal penelitian tesis dengan mengisi formulir yang telah disediakan;

Ujian Proposal Tesis

  1. Ujian Proposal dapat dilaksanakan setelah Proposal Tesis memperoleh persetujuan tertulis dari kedua pembimbing.
  2. Majelis Penguji Proposal Tesis terdiri dari 4 (empat) dosen yang diajukan mahasiswa dengan persetujuan Ketua Program.
  3. Ujian Proposal Tesis dapat diselenggarakan dengan dihadiri paling sedikit 3 (tiga) penguji.
  4. Ketua Majelis Penguji ujian Proposal Tesis adalah Pembimbing Utama tanpa memiliki hak substitusi.
  5. Apabila Pembimbing Utama berhalangan hadir,  ujian dipimpin oleh Pembimbing Pendamping;
  6. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka  0-100 (nol sampai dengan seratus).
  7. Nilai lulus ujian proposal tesis minimal 69 (enam puluh sembilan)  atau setara B dengan bobot 2 sks.
  8. Proposal tesis yang tidak memenuhi nilai kelulusan, harus diperbaiki  dan diujikan kembali.
  9. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Proposal Penelitian Tesis.

Seminar Hasil Penelitian Tesis

  1. Sebelum Seminar hasil Penelitian dilangsungkan,  hasil penelitian harus mendapat persetujuan dari kedua Pembimbing dan diketahui Ketua Program.
  2. Hasil penelitan tesis dibuat dalam format artikel ilmiah dan diseminarkan secara terbuka.
  3. Seminar Hasil Penelitian dihadiri oleh kedua Pembimbing dan minimal 10 (sepuluh) mahasiswa.
  4. Apabila dalam kondisi tertentu salah satu pembimbing berhalangan hadir, seminar dapat diselenggarakan dengan hanya dihadiri salah satu Pembimbing.
  5. Hasil Seminar menjadi bahan masukan untuk pengayaan substansi dalam penulisan naskah Tesis mahasiswa yang akan diujikan dalam Ujian Tesis.
  6. Penilaian Seminar Hasil Penelitian meliputi naskah artikel ilmiah dan proses seminar hasil. Pembimbing memberikan nilai hasil seminar berupa angka 0-100 (nol sampai dengan seratus) dengan bobot 4 sks.
  7. Seminar hasil Penelitian dituangkan dalam Berita Acara.

Ujian Tesis

  1. Ujian dapat dilaksanakan setelah Tesis disetujui secara tertulis  oleh  kedua pembimbing.
  2. Majelis Penguji Tesis terdiri dari 4 (empat) dosen yang diajukan mahasiswa dengan persetujuan Ketua Program.
  3. Majelis Penguji Tesis ditetapkan dengan Keputusan Dekan atas usulan Ketua Program.
  4. Ujian Tesis bisa diselenggarakan dengan dihadiri paling sedikit 3 (tiga) penguji.
  5. Ketua Majelis Penguji adalah Pembimbing Utama tanpa memiliki hak substitusi.
  6. Apabila Pembimbing Utama berhalangan hadir,  ujian dipimpin oleh Pembimbing Pendamping.
  7. Penilaian Ujian Tesis meliputi pelaksanaan penelitian, penulisan dan naskah tesis, serta penguasaan dan kemampuan mahasiswa mempertahankan tesisnya.
  8. Masing-masing Penguji memberikan penilaian dalam bentuk angka 0-100 (nol sampai dengan seratus).
  9. Nilai lulus ujian tesis minimal 69 (enam puluh sembilan) setara B dengan bobot 6 sks.
  10. Tesis yang tidak memenuhi nilai kelulusan, harus diperbaiki dan dilakukan ujian ulang.
  11. Hasil ujian dituangkan dalam Berita Acara Ujian Tesis.