LATAR BELAKANG
Permasalahan dan isu hukum yang kompleks memerlukan metode penelitian yang mengalami metamorfosa sehingga menghasilkan paradigma-paradigma penelitian hukum yang lebih luas dari pada penelitian hukum sebelumnya. Pada sisi ini, kita juga melihat bahwa disiplin ilmu-ilmu lain mulai memberikan pendekatan multi dan interdisipliner kepada penelitian hukum. Sehingga muncul aliran penelitian hukum dogmatic dan empiris.

Penggunaan pelbagai disiplin ilmu lain, tidak dapat disangkal, menjadi kebutuhan. Bagi sejumlah pemikir penelitian hukum dogmatik, penelitian ini oleh kutub dogmatic dipandang bukanlah studi ilmu hukum, melainkan studi (ilmu sosial) tentang hukum. Penggunaan metode ilmu sosial itu diyakini tidaklah sama dengan metode penelitian hukum. Di tengah perdebatan ini, muncul genre baru dalam penelitian hukum yakni penelitian sosio-legal. Penelitian ini bersifat interdisipliner. Di sejumlah perguruan tinggi di dunia, bermunculan pusat-pusat studi sosio-legal. Di Indonesia, penyebutan nama ‘sosio-legal’ secara marak dapat dikatakan muncul sekitar lima tahun yang lalu.  Bagi Foucaultdiskursus adalah sebuah sistem berpikir, ide-ide, pemikiran, dan gambaran yang kemudian membangun konsep suatu kultur atau budaya diskusi internal ini merupakan media untuk menghasilkan diskursus metode penelitian hukum melalui metode pengkajian hingga pengembangan model yang akan diterapkan dalam metode pengajaran dan metode penelitian hukum bagi mahasiswa. Masih bermunculan pertanyaan-pertanyaan:

  • Apakah metode penelitian empiris mengingkari metode penelitian hukum dogmatik?
  • Apakah penelitian sosio-legal serupa dengan penelitian sosiologi hukum?
  • Perangkat disiplin ilmu apa saja yang digunakan dalam penelitian hukum empiris? Apakah sama dengan sosio legal?
  • Bagaimana relevansi metode penelitian normatif dan empiris dalam pengembangan studi hukum interdisipliner dan transdisipliner?

Jawaban dan perdebatan terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas dapat kita temukan dengan mengikuti diskusi internal diskursus penelitian hukum ini.

MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Memperdalam perbedaan filosofi dan metode penelitian hukum normatif dan penelitian hukum empiris;
  2. Membahas penelitian sosio-legal sebagai penelitian interdisipliner;
  3. Mendiskusikan pengalaman penelitian hukum dalam berbagai aspek dan tujuan akademik maupun advokasi;

NAMA DAN PELAKSANAAN KEGIATAN
Nama Kegiatan : Workshop Metode Penelitian Dan Penulisan Hukum Dengan Pendekatan Baru
 Adapun kegiatan ini akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal         : Kamis, 23 November 2017
Pukul                    : 09.00-16.00
Tempat                 : Ruang Auditorium Lantai 6 Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

PEMBICARA
Pembicaera dalam kegiatan workshop penelitian dan penulisan hukum ini adalah :

  1. Rachmad Safa’at., SH.,M.Si
  2. Imam Koeswahyono, SH.,MH
  3. Reka Dewantara.,SH.,MH

PESERTA KEGIATAN
Workshop Metode Penelitian dan Penulisan Hukum ini diharapkan diikuti oleh mahasiswa Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

PENDAFTARAN
Anggi Persica (081239899491)